LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK 1
"REAKSI-REAKSI HIDROKARBON"
DISUSUN OLEH:
NADA FITRI RAHMAN
NIM : A1C118057
DOSEN PENGAMPU
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Pd
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN
KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNVERSITAS JAMBI
2020
UNTUK PROSEDUR KERJA DAPAT DILIHAT PADA LINK BERIKUT :
https://nadafitrirahman24.blogspot.com/
VII. DATA
PENGAMATAN
7.1
Brom
dalam Tetraklorida
No.
|
Perlakuan
|
Hasil Pengamatan
|
1.
|
1ml alkan (n-heksana) + 15ml brom digoncang
dan ditempatkan di tempat gelap lalu ditiup
|
Warna tetap kuning (lebih jernih)
tidak menimbulkan asap
|
2.
|
1ml alkane (n-heksana) + 15ml brom digoncang
dan ditempatkan di tempat terang lalu ditiup
|
Warna tetap kuning (warna lebih gelap)
|
3.
|
1ml alkena (dietileter) + 15ml brom digoncang
lalu ditiup
|
Terbentuk 2 lapisan, yaitu lapisan eter
dan lapisan brom
Menimbulkan asap
|
4.
|
1ml alkena (dietil eter) + 15ml brom digoncang
lalu ditiup
|
Terbentuk larutan keruh dan menimbulkan
asap
|
5.
|
1ml minyak jelantah + 1ml air brom
|
Membentuk 2 lapisan lapisan bawah berwarna
kuning di bagian atas berwarna kuning kecoklatan
|
6.
|
1ml minyak jelantah + 1ml H2SO4
|
Terbentuk warna hitam pekat
|
7.
|
1ml benzene + 1ml air brom
|
Membentuk 2 lapisan bagian bawah berwarna
bening dan bagian atas berwarna oren
|
8.
|
1ml benzene + 1ml H2SO4
|
Terbentuk 2 lapisan di bagian bawah bening
di bagian atasnya keruh
|
7.2
Brom
No.
|
Perlakuan
|
HasilPengamatan
|
1.
|
Dipanaskan
selama 5 menit benzennya
|
Benzen
menguap (tidak ada tersisa dalam reaksi)
|
2.
|
Benzena+
paku dipanaskan selama 5 menit
|
Benzen
tidak menguap (masih ada sisa dalam tabung reaksi).
|
7.3
Larutan
Kalium Permanganat
No.
|
Perlakuan
|
HasilPengamatan
|
1.
|
Dimasukkan
1ml kalium permanganat ditambahkan 2ml minyak jelantah
|
Terbentuk
endapan berwarna coklat
|
2
|
Dimasukkan
1ml kalium permanganat ditambahkan 5 tetes n-heksana
|
Terbentuk
warna ungu
|
3.
|
Dimasukkan
1ml kalium permanganat ditambahkan 5 tetes eter
|
Terbentuk
warna ungu kemerahan
|
4.
|
Dimasukkan
1ml kalium permanganat ditambahkan 5 tetes benzene
|
Warna
tetap namun terbentuk 2 lapisan
|
7.4
Asam
Sulfat
No.
|
Perlakuan
|
Hasil
Pengamatan
|
1.
|
Dimasukkan
kedalam tabung reaksi 2ml asam sulfat + 10 tetes eter kemudian di guncang
|
Larutan
menjadi warna jingga dan terasa panas pada saat di kocok
|
2.
|
Dimasukkan
2ml H2SO4 + 10 tetes n-hepatana lalu dikocok
|
Larutan
tidak larut sehingga terbentuk 2 lapisan lapisan atas bening dan lapisan di
bawah agak keruh
|
7.5
Asam
Nitrat
No.
|
Perlakuan
|
Hasil
Pengamatan
|
1.
|
Dicampurkan
0,5ml benzene dengan 4ml asam nitrat pekat
|
Mengeluarkan
asap
|
2.
|
batu didih
dimasukkan
|
Mengeluarkan
gelembung
|
3.
|
Dididihkan
campuran
|
Larutan
berwarna kuning bening
|
4.
|
Dituang
larutan kedalam es
|
Timbul
asap dan berbau menyengat serta berwarna keruh
|
5.
|
Dicampurkan
asam nitrat 4ml dengan eter 0,5ml
|
Timbul
gelembung
|
6.
|
Diberikan
batu didih dan dipanaskan
|
Timbul
warna oren pekat timbul asap dan bau menyengat
|
7.
|
Dituangkan larutan kedalam es
|
Larutan berubah menjadi bening kembali
bau seperti bayclin
|
7.6
Bahan
Tak Dikenal
No.
|
Perlakuan
|
Hasil
Pengamatan
|
1.
|
Di
tambahkan 2ml zat X + 2ml air,
kemudian di goncangkan
|
Terdapat
2 lapisan , lapisan atas minyak jelantah (kuning keruh) dan lapisan bawah aquades
(bening) diantaranya ada gelembung
|
Di
tambahkan 2ml zat X + 2ml kloroform, kemudian di goncangkan
|
Terdapat
2 lapisan , lapisan atas keruh dan lapisan bawah berwarna kuning
|
|
3.
|
Di
tambahkan 2ml zat X + 2ml H2SO4, kemudian di goncangkan
|
Warnanya
berubah menjadi kecoklatan dan memiliki bau tak sedap
|
4.
|
Di
tambahkan 2ml zat benzene + 2ml air, kemudian di goncangkan
|
Terdapat
2 lapisan, lapisan atas lebih keruh dari pada lapisan bawah
Terdapat
gelembung pada bagian atas
|
5.
|
Di
tambahkan 2ml zat benzene+ 2ml kloroform, kemudian di goncangkan
|
Terdapat
1 fasa dengan warna jernih dan terdapat sedikit gelembung
|
6.
|
Di
tambahkan 2ml zat benzene + 2ml H2SO4, kemudian di
goncangkan
|
Terdapat
2 lapisan dibagian bawah jernih dan bagian atasnya keruh terdapat gelembung
di bagian bawah
|
VIII. PEMBAHASAN
saat kita gunakan aluminium klorida untuk katalisnya bisa membuat suatu rantai hidrokarbon yang tadinya lurus menjadi bercabang atau menjadi ada isomer-isomer yang terbentuk. Seperti halnya butane yang terbentuk menjadi isobutana yang menjadi bahan baku untuk membuat iso oktana yang biasa digunakan sebagai bahan baku bahan bakar premium. Selain itu dengan reaksi substitusi dapat membuat senyawa hidrokarbon berubah menjadi alkil halida melalui reaksi dengan klornisasi dan brominasi (http://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/01/21/reaksi-reaksi-hidrokarbon/).
Pada
percobaan kali ini praktikan melakukan percobaan reaksi-reaksi hidrokarbon yang
mana kami menggunakan reagen brom, tetraklorida , larutan kalium permanganat
,larutan asam sulfat ,serta larutan tak dikenal.
8.1
Brom dalam tetraklorida
Pada
percobaan brom dalam tetraklorida ini , kami menggunakan brom dan juga
n-heksana. Dalam percobaan ini tujuan dilakukannya yakni untuk mengidentifikasi
cahaya saat terjadinya percepatan laju reaksi senyawa hidrokarbon. Pada uji ini
praktikan mencampurkan bahan yakni alkana(n-heksana) dengan brom yang kemudian
digoncang dan disini praktikan mendapatkan hasil warna tetep kuning (lebih
jernih) dan tidak menimbulkan asap,hal ini terjadi karena alkana berupa
n-heksana itu sifatnya hampir sama dengan brom maka saat direaksikan tidak ada
terjadi perubahan warna serta tidak terjadi pemutusan ikatan. Pada percobaan
ini pengujian dilaksanakan pada tempat gelap dan juga tempat terang. Yang mana
saat diuji pada tempat gelap,warna yang ditimbulkan tetap kuning dan tidak
menimbulkan asap, saat di uji pada tempat gelap warna tetap kuning hanya saja
terlihat lebih gelap.
Selanjutnya
praktikan menguji dietil eter dengan brom dan saat di goncang praktikan melihat
hasil dari percampuran tersebut terbentuk 2 lapisan yang mana lapisan tersebut
terdiri dari lapisan brom dan lapisan eter. Serta larutan menjadi keruh dan menimbulkan
asap. Lalu, saat minyak jelantah diuji dengan ditambahkan air brom terbentuk 2
lapisan yang mana lapisan bawah berwarna kuning dan atas berwarna kuning
kecoklatan saat pada minyak jelantah ada tabung lainnya praktikum tambahkan
dengan H2SO4 warnanya menjadi warna hitam pekat. Saat praktikum menguji benzene
dengan brom terbentuk 2 lapisan yakni bening dan oren , saat benzene di
larutkan bersama H2SO4 terbentuk 2 laoisan juga yakni bening dan keruh.
8.2
Brom
Pada
percobaan brom ini praktikum menggunakan bahan yakni benzene da paku, yang mana
saat pengujian benzene dipanaskan dan saat itu benzene menguap semua dan tidak
ada tersisa di dalam tabung reaksi . Sedangkan pada tabung reaksi lainnya
praktikan masukan paku pada larutan benzene dan dipanaskan pada cara ini hasil
yang didapatkan yakni benzene ternyata tidak menguap dan masih ada di dalam
tabung reaksi.
8.3
Larutan kalium permanganat
Saat melakukan pengujian pada kalium permanganat ini kami menggunakan n-heptana dan ditambahkan
dengan kalium permanganate yang menghasilkan warna ungu yang tampak kemerahan .
Tujuan dari dilakukannya praktikum ini adalah untuk menguji adanya ikatan
rangkap . Setelah n-hepatana kami tambahkan dengan kalium permanganate ,praktikan
melakukan kalium permanganat dicampur dengan 5 tetes eter yang mana
menghasilkan warna sedikit kemerahan,namun saat kalium permanganate ditambahkan
dengan 5 tetes benzene warnanya tetap tetapi terbentuk 2 lapisan.
Yang mana dapat dilihat dari reaksi
berikut:
3R-CH=CH-R+2KMnO4+ H2O à
R-COH2- CHOH –R +MnO2
8.4
Asam sulfat
Pada
percobaan ini kami menguji dengan menggunakan asam sulfat yang mana asam sulfat
berfungsi untuk oksidator yang dapat menyebabkan terjadinya perubahan warna
pada larutan. Saat asam sulfat kami tambahkan dengan eter sebanyak 10 tetes
larutan berwarna jingga dan tabung reaksi terasa panas .Saat asam sulfat
ditambahkan n-heptana larutan tersebut tidak larut dan terbentuk 2 lapisan
yakni bening dan keruh.
8.5
Asam nitrat
Pada
percobaan dengan menggunakan reagen asam nitrat ini ,asam nitrat tersebut
dicampur dengan benzene dimasukkan batu didih dan didihkan hasil yang didapatka
adalah timbulnya asap serta gelembung dan larutan pun berwarna kuning bening ,
dan saat dituang ke dalam es bau menyengat keluar serta berwarna keruh. Saat
nitrat dicampur dengan eter hasil yang didapatkan yakni timbulnya gelembung
serta terdapatnya larutan berwarna oren pekat serta pada saat di tuangkan pada
air es warna larutan menjadi bening kembali serta menimbulkan bau menyengat
seperti bau bayclean.
8.6
Bahan tak dikenal
Pada
uji bahan tak dikenal ini praktikan menggunakan 2 bahan x( minyak jelanta) dan
y(benzen). Yang mana saat larutan X dicampurkan dengan air hasil yang
didapatkan yakni kuning keruh dan bening serta adanya timbul gelembung. Saat
pada tabung lain minyak jelanta dicampur dengan kloroform juga terbentuk 2
lapisan yakni atas keruh dan lapisan bawah kuning. Dan selanjutnya zat X
dicampurkan dengan H2SO4 hasilnya larutan menjadi timbul warna kecoklatan dan
timbul bau tak sedap.
Selanjutnya
pada zat Y ( Benzen) ,pertama dicampur dengan air dan menghasilkan larutan atas
lebih keruh dari pada bagian bawah , serta adanya gelembung, dan pada tabung
reaksi lainnya yang berisi benzene praktikan mencampurkan dengan kloroform
menghasilkan 1 fasa yang mana warnanya jernih dan terdapat gelembung pada
larutannya. Dan pada tabung reaksi lain benzene dicampur dengan H2SO4 larutan
menjadi 2 lapisan yakni jernih dan keruh.
IX.
MANFAAT
Adapun
manfaat yang didapatkan pada praktikum kali ini , yakni dapat membedakan
reaksi-reaksi senyawa hidrokarbon serta dapat memanfaatkannya dikehidupan
sehari hari. Dan juga dapat tau hasil dari pengidentifikasian reaksi reaksi
pada senyawa hidrokarbon.
X.
PERTANYAAN PASCA
1. Mengapa pada percobaan
ini saat brom ditambah dengan heksana warnanya tidak berubah, tetap menjadi
warna brom semula?
2. Jika seharusnya yang
digunakan pada percobaan brom dalam tetraklorida disarankan bukan heksana ,
maka bahan apa yang seharusnya lebih baik untuk digunakan agar reaksi terjadi
dengan sempurna dan menghasilkan warna ataupun hasil yang bervariasi?
3. Mengapa saat zat y(benzene)
dicampur dengan kloroform hasil larutan yakni menjadi 1 fasa dan warnanya
jernih? Apa yang menyebabkan hal itu terjadi? Jelaskan.
XI.
KESIMPULAN
Adapun kesimpulan yang
dapat ditarik pada percobaan ini yakni :
1. Sifat kimia jenuh yang
terkandung pada senyawa-senyawa hidrokarbon alifatik membuat senyawa alifatik
jenuh tidak dapat bereaksi dengan halogen,asam sulfat,asam nitrat dan alcohol sedangkan
senyawa aromatic dapat bereaksi dengan halogen, asam nitrat, dan asam sulfat
karna memiliki ikatan rangkap.
2. Reaksi
substitusi,reaksi adisi, dan reaksi eliminasi merupakan jenis reaksi kimia yang
membedakan golongan-golongan hidrokarbon.
3. Adapun teknik yang
dapat digunakan untuk mengujian golongan hidrokarbon yaitu uji brom, uji bayer,sulfonasi
,dan nitrasi.
XII. DAFTAR
PUSTAKA
Marsuali.
2004 . Ilmu Farmasi . Jakarta
: UI PRESS.
Sumardjo.
2009 . Senyawa-senyawa Hidrokarbon .
Jurnal teknik kimia.vol.2.no.4. Semarang : UNDIP.
Syamsurizal.2020.Reaksi-reaksi Hidrokarbon. (http://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/01/21/reaksi-reaksi-hidrokarbon/).
Syukri.2006.Kimia Dasar 2.Bandung: ITB.
Tim
Kimia Organik 1.2020.Penuntun Praktikum
kimia Organik 1.Jambi: Universitas Jambi.
JANGAN LUPA WATCH VIDIO BERIKUT, SERTA DONT FORGET SUBSCRIBE AND COMEN YAK :)
https://youtu.be/3njGYrI5Zx0
JANGAN LUPA WATCH VIDIO BERIKUT, SERTA DONT FORGET SUBSCRIBE AND COMEN YAK :)
https://youtu.be/3njGYrI5Zx0
LAMPIRAN
Proses pengidentifikasian dengan menggunakan brom
Proses pengambilan asam sulfat
Bahan seperti n-hexana serta minyak jelanta yang telah disiapkan dan dimasukkan dalam tabung reaksi
Tabung reaksi beserta rak yang digunakan
proses akan pengecekan dan pengambilan eter






assalamuaikum wr, wb
BalasHapussaya ulul azmi nim068 akan menjawab pertanyaan no 3. pada saat zat y(benzene) dicampur dengan kloroform hasil larutan yakni menjadi 1 fasa dan warnanya jernih yaitu sifat kepolaran dari keduanya sama yaitu sama-sama bersifat non polar sehingga dapat menyatu menjadi satu fasa larutan dan menjadi jernih dari kedua larutan yang awalnya jernih.... semoga membantu:)
Assalamualaikum, perkenalkan saya RAHMADANSAH Nim: A1C118066 ingin membantu menjawab permasalahan nomor 2, bahan yang bisa mengantikan heksana dapat berisi bensin, mengapa bensin karna bensin ketika direkasikan dengan tetraklorida akan bisa terjadi reaksi sempurna dan warna yang dihasilkan bensin juga memilki warna yang bervariasi.
BalasHapusbaik, perkenalkan nama saya Trixie Fedora Ima Gulo dengan NIM A1C118077, menjawab pertanyaan anda nomor 1. bahwa tidak terjadinya perubahan warna signifikan pada brom dikarenakan brom sendiri tidak memiliki ikatan rangkap jadi warnanya tetap. terima kasih semoga membantu :)
BalasHapus