JURNAL PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK 1
DISUSUN OLEH:
NADA FITRI RAHMAN
NIM : A1C118057
DOSEN PENGAMPU
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Pd
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN
KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNVERSITAS JAMBI
2020
PERCOBAAN-4
I.
Judul : Reaksi-reaksi Hidrokarbon.
II.
Hari,
tanggal : Rabu , 4 Maret 2020.
III.
Tujuan : Adapun tujuan dari akan
dilakukannya percobaan ini , yakni:
1.
Dapat
menjelaskan perbedaan sifat-sifat kimia hidrokarbon alifatik jenuh dan tak
jenuh serta aromatik.
2.
Dapat
menjelaskan jenis reaksi kimia untuk memebedakan ketiga golongan hidrokarbon.
3.
Dapat
mengetahui cara dan teknik pengujian ketiga golongan senyawa hidrokarbon.
IV.
Landasan
teori
Senyawa
hidrokarbon adalah senyawa yang terdiri dari atom C dan H.Hidrokarbon tebagi
dari beberapa jenis,yakni jika dilihat dari strukrnya,ada hidrokarbon alifatik
seperti alkana yang hanya terdapat ikatan tunggal yang biasa disebut dengan
jenuh.Selain itu juga ada alkena serta alkuna dimana senyawa ini merupakan
senyawa tak jenuh karna masing masing memiliki ikatan rangkap yakni ikatan
rangkap dua dan rangkap tiga(Tim Kimia Organik I, 2020).
Hidrokarbon
aromatic adalah senyawa siklik yang biasanya diskemakan dengan lingkar 6 dimana
ikatan tunggal dan rangkap terus bergantian.Hidrokarbon aromatic ini terpisah
dari golongan hidrokarbon siklik dan alifatik karna punya sifat kimia serta
fisika yang beda pada masing-masingnya(Syukri,2006).
Senyawa
hirokarbon ini ada pada kehidupan sehari-harinya mulai dari alat masak,ataupun
bahan bakar untuk kendaraan motor.Adapun terlihat pemanfaatan senyawa
hidrokarbon ini pada kehidupan sehari-hari kita dapat dibuktikan dengan reaksi
pembakaran sempurna dan juga tidak sempurna.Contoh nyata dari reaksi tersebut
biasanya ada pada minyak bensin atau minyak tanah(http://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/01/21/reaksi-reaksi-hidrokarbon/).
Pada
reaksi-reaksi senyawa hidrokarbon ini ada beberapa reaksi ,disini salah satunya
ada reaksi adisi,dimana reaksi adisi ini yaitu reaksi yang dilakukan dengan
jalan penambahan zat kedalam suatu senyawa agar ikatan rangkap dua misalnya
akan berubah menjadi rangkap satu(Marsuali,2004).
Pada
reaksi hidrokarbon ini tak lupa terselipkan reaksi substitusi.Yang mana pada
reaksi ini suatu gugus itu diganti dengan atom lain yang mana atom itu akan
mengisi ruang yang kosong yang terdapat pada suatu gugus itu(Sumardjo,2009).
V. Alat dan Bahan
Adapun alat dan bahan yang akan digunakan pada
percobaan kali ini adalah:
5.1. Alat
|
5.2. Bahan
|
Pipet tetes
|
Kertas lakmus
|
Kardus
|
Asam nitrat
|
Tabung reaksi
|
Senyawa tak
dikenal
|
Gelas kimia
|
Liogroin
|
Thermometer
|
Asam sulfat
pekat
|
Lampu pijar
|
Sikloheksana
|
Kaki tiga
|
Benzene
|
Bunsen
|
Aquades
|
Batu didih
|
Potongan besi
|
Lemari asam
|
Kalium
permanganat
|
Kawat kasa
|
CCl4
|
VI.
Prosedur
kerja
7.1 Brom
dalam karbon tetrakorida
7.1.1Dimasukkan
1 ml alkane pada masing-masing tabung, diteteskan 10-15 tetes
brom/CCl4 diguncang.Ditempatkan tabung yang satu ditempat gelap dan
tabung yang lain disinari oleh sinar matahari atau lampu pijar selama beberapa
menit. Dibandingkan kedua tabung. Ditup masing-masing mulut tabung untuk
mengenal hidrogen bromide yang akan menimbulkan asap bila terdapat hidrogen
bromide. Hidrogen bromide dapat diuji dengan kertas lakmus yang lembab pada
masing-masing mulut tabung reaksi.
7.1.2 Dimasukkan
1 ml sikloheksana ke tabung reaksi ditambahkan 10-15 tetes brom/CCL4
7.1.3 Dimasukkan
1 ml benzene kedalam tabung reaksi ditambahkan 1 ml brom dalam karbon
tetraklorida. Digoncang dan perhatikan hasilnya.
7.2 Brom
7.2.1 Dimasukkan
1 ml benzene kadalam satu tabung reaksi ditambahkan potongan bensi. Jika da
potongan besi yang menempel di dinding tabung, diturunkan dengan menambahkan
benzene. Ditambahkan 3 tetes brom ke masing-masing tabung.
7.2.2 Ditempatkan
masing-masing tabung didalam gelas piala yang berisi air panas selama 15 menit.
Diamati warna masing-masing tabung. Apakah ada atau tidak hidrogen bromide
dibebaskan dan dicatat hasilnya.
7.3 Larutan
kalium permanganate
7.3.1 Dimasukkan
1 ml larutan kalium permanganate 0,5% kadalam 2 tabung reaksi ditambahkan 5
tetes alkane ketabung 1 dan 5 tetes sikloheksana ketabung yang lain. Digoyangkan
tabung selama 1-2 menit dan catat hasilnya.
7.3.2 Dimasukkan
1 ml benzene kedalam tabung ke 3 dan ditambahkan 2 ml larutan kalium
permanganate digoncang dengan baik dan amati hasilnya.
7.4 Asam sulfat pekat
7.4.1 Dimasukkan
1 ml asam sulfat pekat kedalam 2 tabung reaksi. Tabung satu ditambahkan 10
tetes alkana, tabung 2 diteteskan 10 tetes sikloheksana
7.4.2 Digoncangkan masing-masing
tabung dicatat hasilnya
7.4.3 Dibuang
isi masing-masing tabung kedalam gelas kimia yang berisikan air 50 ml.
7.5 Asam nitrat
7.5.1 Dikerjakan dalam lemari asam
7.5.2 Dicampurkan
0,5 ml benzene dan 4 ml asam nitrat pekat didalam satu tabung reaksi yang
besar.
7.5.3 Ditambahkan
satu butir batu didih dan didihkan campuran perlahan-lahan selama 2 menit atau
sampai menghasilkan suatu kelarutan yang homogeny. Diperhatikan betul agar
pendidihan berlangsung perlahan-lahan jika tidak demikian benzene
akan mendidih keluar mulut tabung dan terbakar.
7.5.4 Dituangkan
larutan kedalam suatu gelas piala yang berisi 5-10 gram es. Dicatat bau cairan
yang memisah dan bandingkan dengan bau dari nitrobenzene yang terdapat
dilemari.
7.6 Bahan
tak dikenal.
7.6.1 Diminta kepada asisten
senyawa yang tak dikenal dan ditentukan apakah senyawa tersebut jenuh, tak
jenuh atau aromatik.
Silahkan menonton vidio berikut :)
1. Apa hubungan vidio tersebut dalam percobaan reaksi-reaksi hidrokarbon yang akan kita lakukan ?
2. Dari vidio tersebut telah diperlihatkan tentang penentuan kelarutan hidrokarbon , bahan yang digunakan adalah n-heksana serta aquades. apakah bahan yang hanya dapat kita gunakan untuk penentuan kelarutan hidrokarbon itu hanya n-heksana? jika iya hanya n-heksana tolong jelaskan alasannya kenapa?serta jika ada bahan lain yang dapat digunakan ,berikan contohnya dan jelaskan.
3. Pada vidio telah dijelaskan bahwa aquades itu bersifat polar dan n-heksana itu bersifat nonpolar sehingga mereka tidak dapat menyatu. Maka,jelaskan apa fungsi dari pengadukan saat setelah n-heksana tadi ditambahkan aquades? padahal sudah jelas jika dengan dimasukannya saja aquades kedalam n-heksana itu pastinya akan terlihat langsung perbatasannya.

Assalamualaikum Warohmatullahi wabarokatuh
BalasHapusSaya Nisa Aprylina NIM A1C118044 saya akan menjawab pertanyaan nomor 2
Bahan yang digunakan bisa dalam bentuk Alkana apapun tidak harus n-heksana, karena mungkin pada Laboratorium mereka yang divideo hanya tersedia n-heksana maka yang di gunakan mereka adalah n-heksana. bahan lain yang bisa digunakan adalah semua jenis Alkana.
Sekian, Terima Kasih, semoga bermanfaat
Wassalamualaikum Warohmatullahhi Wabarokatuh
Assalamualaikum wr wb, saya Resa Ovelia Hamsar dengan NIM A1C118034 akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 1. Hubungannya adalah menjelaskan bagaimana proses pengerjaan yang akan dilakukan.
BalasHapusassalamualaikum wr, wb
BalasHapusn-hexana merupakan salah stu senyawa hidrokarbon dimana ia memiliki kepolaran yg non polar dimana akan dapat larut dengan senyawa non polar juga dan air merupakan senyaw polar dan jika direaksiakan senyawa hidrokarbon tidak akan menyatu dengan air karna memiliki perbedaan kepolaran, fungsi dari pengadukan larutan tersebuat yaitu untuk mebuktikan apakah n-hexana tersebut larut atau tidak didalam air dan didapat bahwa secara toritis benar bahwa senyawa hidrokarbon tidak dapat nenyatu dikarenakan sifat kepolarannya.
semoga membantu :)