Selasa, 04 Februari 2020

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISIS KUALITATIF UNSUR-UNSUR ZAT ORGANIK DAN PENENTUAN KELAS KELARUTAN

LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK 1



DISUSUN OLEH:
NADA FITRI RAHMAN
NIM : A1C118057


DOSEN PENGAMPU
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Pd


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNVERSITAS JAMBI
2020

  
SEMBARI MELIHAT HASIL PENGAMATAN PRAKTIKUM, JIKA INGIN MELIHAT PROSEDUR KERJA YANG TELAH DILAKUKAN PADA LINK BERIKUT : https://nadafitrirahman24.blogspot.com/2020/01/jurnal-praktikum-kimia-organik-1.html

VII. Hasil pengamatan
         7.1 Analisis unsur
            7.1.1 Karbon dan hidrogen
No.
Perlakuan
Hasil
1.
Dipanaskan sebanyak 1 gram CuO kering
Tidal terjadi perubahan apapun hanya terlihat kering
2.
Saat dicampur dengan gula
gula meleleh dan bercampur dengan CuO kering
3.
Campuran dipindahkan ke tabung reaksi Pyrex ,lalu disumbat dan juga diberi pipa pengalir gas.dan panaskan hingga gas mask ke tabung yang berisi 10 ml Ca(OH)2 Dan dipanaskan
Timbul uap dan gas

7.1.2 Halogen
·         Tes bellstein
No.
Perlakuan
Hasil
1.
Dipanaskan kawat tembaga
 Kawat mengeluarkan warna kemerah-merahan.
2.
Didinginkan dan di tetesi 2 tetes n-hexane. Dipisahkan dan diamati warna nyalanya.
Warna nyala kawat jadi orange
·         Tes  CaO
No.
Perlakuan
Hasil
1.
Kulit telur di panaskan sebagai pengganti CaO hingga sangat panas
Tidak terjadi perubahan
2.
Ditambah 2 tetes n-hexane
Sebagian kulit telur terlihat hangus, dan mengeluarkan bau hangus.
3.
Rebus setelah dingin dengan air suling, lalu dituangkan ke gelas kimia mix dengan HNO3 encer.
·         Jernih
·         Banyak timbul gelembung sekitaran kulit telur

7.1.3        Metode leburan dengan natrium
·         Belerang
No.
Perlakuan
Hasil
1.
Diasamkan larutan L(Putin telur) dengan Asam pekat(HCl) didihkan. Diperiksa gas dengan kertas saring yang udah ditetesi dengan Pb asetat 10%
Larutan bening, dan naik menuju kertas saring ada lapisan seperti minyak.
2.
Larutan L lainnya ditambahkan 1-2 tetes larutan Na-nitroprosida
Larutan jernih dan terdapat gumpalan putih.
·         Nitrogen
No.
Perlakuan
Hasil
1.
Ditambahkan 5 tetes larutan FeSO4 kedalam 3 ml larutan L.
Ditambahkan 5 tetes larutan KF 10%.
Ditambahkan 1-2 ml larutan NaOH 10% , selanjutnya didihkan . Diasamkan dengan asam sulfat encer
Larutan berwarna hitam kemudian menjadi kuning bening dan terdapat endapan biru pada bagian bawah.
·         Halogen
No.
Perlakuan
Hasil
1.
Dimasukkan larutan L(Putin telur) dengan HCl diasamkan dengan HNO3 encer ,  dipanaskan untuk menghilangkan HCN/H2S tambah AgNO3 encer lalu didihkan.
Terlihat endapan hitam kecoklatan yang cukup banyak.

7.2      Penentuan kelas kelarutan
7.2.1 Kelarutan dalam air
No.
Jenis bahan
Hasil
1.
0,1 gr Garam + 3 ml air suling
Larutan jadi jernih(+)(larut dalam air)
2.
0,1 gr tepung + 3 ml air suling
Larutan keruh (-)(tidak larut dalam air)
3.
0,1 gr Gula + 3 ml air suling
Larutan jernih (+) (larut dalam air)
4.
3 tetes minyak + 3 ml air suling
Larutan keruh(-) (tidak larut dalam air)
5.
3 tetes Putin telur + 3 ml air suling
Larutan keruh(-) (tidak larut dalam air)

 7.2.2 kelarutan dalam eter
No.
Jenis bahan
Hasil
1.
0,1 gr Garam + 3 ml eter
Larutan jadi jernih(+)(larut dalam eter)
2.
0,1 gr tepung + 3 ml eter
Larutan keruh (-)(tidak larut dalameter)
3.
0,1 gr Gula + 3 ml eter
Larutan jernih (+) (larut dalam eter)
4.
3 tetes minyak + 3 ml eter
Larutan jernih(+) (larut dalam eter)
5.
3 tetes Putin telur + 3 ml eter
Larutan jernih(+) (larut dalam eter)

7.2.3        kelarutan dalam NaOH
No.
Jenis bahan
Hasil
1.
0,1 gr Garam + 3 ml NaOH
Larutan jadi keruh (-)(tidak larut dalam NaOH)
2.
0,1 gr tepung + 3 ml NaOH
Larutan keruh (-)(tidak larut dalam NaOH)
3.
0,1 gr Gula + 3 ml NaOH
Larutan jernih (+) (larut dalam NaOH)
4.
3 tetes minyak + 3 ml NaOH
Larutan keruh(-) (TIDAK larut dalam NaOH)
5.
3 tetes Putin telur + 3 ml NaOH
Larutan keruh(-) (tidal larut dalam NaOH)


7.2.4        kelarutan dalam NaHCO3
No.
Jenis bahan
Hasil
1.
0,1 gr Garam + 3 ml NaHCO3
Larutan jadi keruh (-)(tidak larut dalam NaHCO3)
2.
0,1 gr tepung + 3 ml NaHCO3
Larutan keruh (-)(tidak larut dalam NaHCO3)
3.
0,1 gr Gula + 3 ml NaHCO3
Larutan jernih (+) (larut dalam NaHCO3)
4.
3 tetes minyak + 3 ml NaHCO3
Larutan keruh(-) (tidaklarut dalam NaHCO3)
5.
3 tetes Putin telur + 3 ml NaHCO3
Larutan keruh(-) (tidaklarut dalam NaHCO3)


7.2.5        kelarutan dalam HCl
No.
Jenis bahan
Hasil
1.
0,1 gr Garam + 3 ml HCl
Larutan jadi jernih (+)( larut dalam HCl)
2.
0,1 gr tepung + 3 ml HCl
Larutan jadi jernih (+)( larut dalam HCl)
3.
0,1 gr Gula + 3 ml HCl
Larutan jadi jernih (+)( larut dalam HCl)
4.
3 tetes minyak + 3 ml HCl
Larutan jadi jernih (+)( larut dalam HCl)
5.
3 tetes Putin telur + 3 ml HCl
Larutan jadi jernih (+)( larut dalam HCl)

7.2.6        kelarutan dalam H2SO4 pekat
No.
Jenis bahan
Hasil
1.
0,1 gr Garam + 3 ml H2SO4
Larutan jadi keruh (-)(tidak  larut dalam H2SO4)
2.
0,1 gr tepung + 3 ml H2SO4
Larutan jadi keruh (-)(tidak  larut dalam H2SO4)
3.
0,1 gr Gula + 3 ml H2SO4
Larutan jadi jernih (+)( larut dalam H2SO4)
4.
3 tetes minyak + 3 ml H2SO4
Larutan jadi keruh (-)(tidak  larut dalam H2SO4)
5.
3 tetes Putin telur + 3 ml H2SO4
Larutan jadi jernih (+)( larut dalam H2SO4)

7.2.7        kelarutan dalam H3PO4 Pekat
No.
Jenis bahan
Hasil
1.
0,1 gr Garam + 3 ml H3PO4
Larutan jadi jernih (+)( larut dalam H3PO4)
2.
0,1 gr tepung + 3 ml H3PO4
Larutan jadi jernih (+)( larut dalam H3PO4)
3.
0,1 gr Gula + 3 ml H3PO4
Larutan jadi jernih (+)( larut dalam H3PO4)
4.
3 tetes minyak + 3 ml H3PO4
Larutan jadi jernih (+)( larut dalam H3PO4)
5.
0,1 gr Putin telur + 3 ml H3PO4
Larutan jadi jernih (+)( larut dalam H3PO4)


VIII. PEMBAHASAN
            Di percobaan pada praktikum kali ini, para praktikan melakukan analisis kualitatif unsur-unsur zat organic dan penentuan kelas kelarutan. Menelit/mencari tau ada atau tidaknya suatu senyawa kimia dalam larutan tertentu disebut dengan analisis kualitatif. Cara analisis ini dapat membuat kita tau apa fungsi dari zat yang dikandung oleh suatu senyawa.selain menganalisis (wordpress.com). Pada percobaan ini juga dilakukan uji kelarutan. Tujuannya dapat mengirakan sifat kelarutan dari senyawa organic , dan juga dapat mengira kedominanan senyawa dapat bereaksi dengan senyawa lainnya (http://syamsurizal.staff.unja.ac.id)
Percobaan yang dilakukan pada praktikum analisis ini terdapat banyak percobaan seperti menguji analisis unsur , halogen, dan uji kelarutan. Halogen yaitu unsure/golongan yang memiliki keelektronegatifan yang Tinggi.
Keterangan dari hasil percobaan dipaparkan pada pembahasan berikut:
8.1 Analisis unsur
            8.1.1 Karbon dan hydrogen
                        Pada kimia organic telah dijelaskan bahwa salah satu senyawa yang termasuk dalam senyawa kimia organic yakni Hidrokarbon.Senyawa hidrokarbon ini merupakan senyawa yang terdiri dari atom C dan H. Pada praktikum ini praktikan menguji ada atau tidak terdapatnya atom C dan H pada suatu senyawa. Untuk percobaan yang dilakukan telah sesuai dengan prosedur yang telah dipaparkan pada link berikut : nadafitrirahman24.blogspot.com . yang mana,setelah Cuo dikeringakn dan ditambahkan gula saat CuO tersebut masih hangat , tidak ada terjadi perubahan. Hanya saja , gula tercampur rata dengan CuO. Dan selanjutnya dirangkai alat sebaik mungkin sesuai prosedur dengan tidak lupa ditambahkan penyumbat kapas , hasil yang didapatkan saat campuran CuO dan gula tersebut di panaskan kembali ada banyak perubahan yang terjadi yakni timbul banyak asap yang menunjukan adanya gas / adanya terkandung zat CO2 pada pemanasan tersebut dan juga ada titik embun yang diharapkan masuk kedalam gelas kimia yang sebagai wadah penampung gas tersebut serta yang menempel pada ujung tabung reaksi dan juga pipa , dan uap yang masuk ke dalam gelas dan bereaksi dengan Ca(OH)2 menghasilkan endapan CaCO3, yang mana dapat dilihat reaksinya yakni :
C12H22O11 +24 CuO à 12CO2+11 H2O +24 Cu
Untuk percobaan ini dapat dilihat pada hasil bahwa gula lah yang menganung unsure karbon dan juga hydrogen.
            8.1.2 Halogen
Pada percobaan halogen ini ada dua tes yang dilakukan ,yaitu tes Beilstein dan tes CaO.
·         TES BEILSTEIN
Tes beilstein ini merupakan percobaan yang dilakukan secara kualitatif.
Pada tes ini dilakukan sesuai petunjuk prosedur pada link berikut : 
https://nadafitrirahman24.blogspot.com/2020/01/jurnal-praktikum-kimia-organik-1.html Pada yes beilstein ini kami selaku praktikan melakukan pemanasan terhadap kawat tembaga hingga timbul warna kemerah-merahan, setelah itu baru ditetesi dengan CCl4 DAN HASIL yang didapatkan saat itu ialah warna nyala orange.
·         Tes CaO
Pada tes CaO ini, CaO digantikan dengan kulit telur dan dipanaskan ,ketika masih panas diberi dua tetes n-hexine . Setelah diberi n-hexine perubahan yang terlihat ialah kulit telur menjadi terlihat gosong dan berbau seperti hangus. saat udah dingin dipanaskan kembali ,dan dituangkan ke dalam gelas kimia100ml campur dengan HNO3. Terlihat terjadi perubahan menjadi jernih dan ada banyak gelembung sekitar kulit telur.
8.1.3 metode leburan dengan natrium
pada percobaan leburan dengan natrium ini ada 2 yang akan dilakukan yaitu belerang dan nitrogen.
·         Belerang
Adapun manfaat yang didapat dari pengujian belerang ini agar  kita dapat mengetaui adamatau tidaknya unsure belerang yang terkandung dalam senyawa ini. Pada percobaan ini bahan yang harusnya digunakan untuk diuji kandungan belerangnya adalah lassaigne yang mana lassaigne ini berasal dari leburan natrium.Akan tetapi, dikarenakan logam natrium tidak ada, kami menggantinya dengan putih telur. Saat diuji , dengan pertama kali putih telur diasamkan dengan menggunakan Adam pekat ,lalu didihkan. Dan gas yang dihasilkan diperiksa dengan kertas saring yang telah ditetesi larutan Pb-asetat, dimana hasil yang diperoleh adalah larutannya terlihat jernih serta naik menuju kertas saring dan ada lapisan seperti minyak. Selanjutnya larutan lainnya di tetesi Na-nitroprosida yang mana menimbulkan gumpalan putih dan larutan tetap jernih.
·         Nitrogen
Pada percobaan ini masih digunakan larutan L(putih telur) sebanyak 3 ml, dan ditetesi sebanyak 5 tetes larutan FeSO4 menghasilkan larutan menjadi warna hitam. Lalu ditambahkan tetesan KF 10% sebanyak 5 tetes, dan ditambahkan lagi 1-2 ml larutan NaOH 10%. Selajutnya didihkan , dan diasamkan menggunakan asam sulfat . hasil yang didapatkan pun larutan menjadi warna kuning bening dan terdapat endapan biru pada bagian bawah. Ini mengisyaratkan bahwa pada putih telur mengandung unsure nitrogen didalamnya.
·         Halogen
Di percobaan penentuan unsure halogen ini, kami memakai larutan putih telur dimana larutan ini dengan HCl diasamkan menggunakan HNO3 encer dan dipanaskan untuk menghilangkan HCN/H2S , dan ditambah AgNO3 ENCER lalu didihkan. Hasil yang didapatkan yakni ada endapan kecoklatan yang cukup banyak.
8.2  Penentuan kelas kelarutan
Pada percobaan penentuan kelas kelarutan ini kami menggunakan 5 bahan utama untuk diuji yakni: garam, tepung,gula , minyak, serta putih telur.
8.2.1   kelarutan dalam air.
Pada percobaan kelarutan dalam air ini , pertama pada garam ,tepung,gula, diambil masing masing sebanyak 0,1 gram . Sedangkan untuk minyak dan juga putih telur diambil sebanyak 3 tetes . umtuk pencampuran garam dan air suling setelah dikocok kuat tidak menghasilkan perubahan menjadi berwarna melinkan menjadi bening , hal ini menandakan bahwa garam tersebut larut dalam air . pada uji kelarutan tepung setelah tepung ditambahkan air lalu dikocok kuat terjadi perubahan air tersebut menjadi keruh , hal ini berarti tepung sulit larut/tidak larut dalam air. Untuk gula itu diperlakukan dengan perlakuan yang sama menghasilkan warna jernih , karena gula disini bersifat larut dalam air.untuk minyak dan putih telur itu juga diperlakukan sama dan hasil yang didapatkan putih telur dan juga minyak itu tidak larut dalam air.
8.2.2   kelarutan dalam eter
pada percobaan kelarutan dalam eter ini digunakan eter sebagai pelarutnya dan bahan utama seperti gula ,tepung, dan garam diambil masing-masing sebanyak 0,1 gram. Sedangkan minyak dan juga putih telur sebanyak 3 tetes dan diperlakukan sama seperti kelarutan dalam air. Hasil yang didapatkan untuk garam , larutan menjadi jernih(+), tepung itu hasilnya adalah keruh(-), dan untuk gula,minyak serta putih telur menghasilkan larutan yang jernih(+) pada masing-masingnya.
8.2.3   Kelarutan dalam NaOH
Untuk uji kelarutan yang menggunakan larutan NaOH ini , menggunakan bahan dan perlakuan yang sama seperti eter dan air . Hanya saja hasil yang diperoleh disini yang berbeda, untuk garam saat dicampur NaOH larutan menjadi keruh(-), artinya garam tidak dapat larut dalam NaOH.Begitu juga untuk tepung saat dicampur dengan NaOH warna larutan menjadi keruh(-). Akan tetapi, berbeda dengan gula saat ditambahkan NaOH larutan menjadi jernih. Artinya ,gula dapat larut dalam NaOH, untuk minyak dan juga putih telur, larutan juga menjadi keruh (-), artinya minyak dan putih telur tidak dapat larut dalam NaOH.
8.2.4   Kelarutan dalam NaHCO3
Untuk uji kelarutan yang menggunakan larutan NaHCO3 ini , menggunakan bahan dan perlakuan yang sama seperti PERCOBAAN SEBELUMNYA . Hanya saja hasil yang diperoleh disini yang berbeda serta larutan yang digunakan sebagai pelarutnya juga berbeda, untuk garam saat dicampur NaHCO3 larutan menjadi keruh(-), artinya garam tidak dapat larut dalam NaHCO3.Begitu juga untuk tepung saat dicampur dengan NaHCO3 warna larutan menjadi keruh(-). Akan tetapi, berbeda dengan gula saat ditambahkan NaHCO3 larutan menjadi jernih. Artinya ,gula dapat larut dalam NaHCO3, untuk minyak dan juga putih telur, larutan juga menjadi keruh (-), artinya minyak dan putih telur tidak dapat larut dalam NaHCO3.
8.2.5       Kelarutan dalam HCl
Untuk uji kelarutan yang menggunakan larutan HCl ini , menggunakan bahan dan perlakuan yang sama seperti sebelumnya . Hanya saja hasil yang diperoleh disini yang berbeda, untuk garam saat dicampur HCl larutan menjadi jernih(+), artinya garam dapat larut dalam HCl.Begitu juga untuk tepung saat dicampur dengan HCl warna larutan menjadi jernih(+). Tak ubah dengan gula saat ditambahkan HCl larutan menjadi jernih. Artinya ,gula dapat larut dalam HCl, untuk minyak dan juga putih telur, larutan juga menjadi jernih (+), artinya minyak dan putih telur juga dapat larut dalam HCl.

8.2.6 kelarutan dalam H2SO4 pekat
          Untuk uji kelarutan yang menggunakan larutan H2SO4 ini , menggunakan bahan dan perlakuan yang sama seperti sebelumnya . Hanya saja hasil yang diperoleh disini yang berbeda, untuk garam saat dicampur H2SO4 larutan menjadi keruh(-), artinya garam dapat larut dalam H2SO4. Begitu juga untuk tepung saat dicampur dengan H2SO4 warna larutan menjadi keruh(-). Berbeda dengan gula saat ditambahkan HCl larutan menjadi jernih(+). Artinya ,gula dapat larut dalam H2SO4, untuk minyak larutan menjadi keruh(-), artinya minyak tidak dapat larut dalam H2SO4. Sedangkan untuk putih telur, larutan berwarna jernih(+), artinya putih telur dapat larut dalam H2SO4.
8.2.7 Kelarutan dalam H3PO4
          Untuk uji kelarutan yang menggunakan larutan H3PO4 ini , menggunakan bahan dan perlakuan yang sama seperti sebelumnya . Hanya saja hasil yang diperoleh disini yang berbeda, untuk garam saat dicampur H3PO4 larutan menjadi jernih(+), artinya garam dapat larut dalam H3PO4.Begitu juga untuk tepung saat dicampur dengan H3PO4 warna larutan menjadi jernih(+). Tak ubah dengan gula saat ditambahkan H3PO4 larutan menjadi jernih. Artinya ,gula dapat larut dalam H3PO4, untuk minyak dan juga putih telur, larutan juga menjadi jernih (+), artinya minyak dan putih telur juga dapat larut dalam H3PO4.

           
IX. MANFAAT 
            Adapun manfaat yang diperoleh dalam percobaan ini adalah kita dapat mengetahui serta menganalisis unsur unsur yang terdapat pada senyawa organik, seperti pada putih telur ,  belerang,nitrogen,halogen, dan banyak lagi.

X. PERTANYAAN PASCA 
      1. Apa tujuan dimasukannya gula saat CuO masih dalam keadaan masih hangat?
      2. Apa yang sebenarnya harus terjadi saat gas dialirkan dalam gelas kimia yang berisi 10 ml Ca(OH)2?
      3. Pada vidio percobaan analisis kualitatif tersebut jelaskan dari mana asal uap yang ada pada dinding-dinding tabung reaksi?
XI. KESIMPULAN
      Kesimpulan yang dapat ditarik dari percobaan ini adalah:
      1. setelah melakukan percobaan dapat disimpulkan bahwa dengan menguji/mendeteksi suatu unsur dalam suatu senyawa termasuk salah satu prinsip dasar dalam analisis kualitatif.
      2. pada praktikum ini tahapan untuk analisa zat organikdan penentuan kelas kelarutannya ,seperti pada karbon dan hidrogen menggunakan serbuk CuO yang dipanaskan,dan dideteksi uap serta gas yng mengalir. untuk Halogen dilakukan tes beilstein dan tes CaO, dimana pada tes ini di tentukan warna serta kejernihan air dan gelembung serta perubahan lain yang terlihat.selanjutnya ada menggunakan metoe leburan dalam natrium , yang mana diuji keberadaan belerang, nitrogen,dan juga halogen dalam suatu larutan L. dan yang terakhir yakni tahap penentuan kelas kelarutan , yang mana menggunakan berbagai pelarut serta beberapa zat cair maupun padat untuk mendeteksi apakah suatu zat padat serta cair tersebut larut dalam pelarut yang telah disediakan.
      3. menganalisis dan mendeteksi senyawa unknow yang mana larutan unknow atau larutan L yang digunakan disini ternyata adalah putih telur dapat mendeteksi apakah mengandung unsur  seperti nitrogen, ,halogen, belerang .
XII. DAFTAR PUSTAKA
        http://ima-nurisa.blogspot.com/2012/10/karya-ilmiah-analasis-unsur-unsur-zat.html
        http://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/02/22/analisis-kualitatif-senyawa-organik/
        Ibrahim,Sanusi. 2012 . KIMIA ORGANIK . Yogyakarta: Graha Ilmu
        Riswiyanto, 2009. Kimia Organik. Yogyakarta:UGM Press
        Yoshito, T, 2009. Analisis Unsur. Jakarta:Erlangga
                                      
XIII. LAMPIRAN








         proses pengambilan serbuk CuO KERING






          Proses saat pemanasan CuO




         Proses pena,bahan gula pada analisis karbon dan hidrogen




         Proses memasukkan campuran CuO dan gula tadi kedalam tabung reaksi yang dilengkapi dengan pipa pengalir gas









          proses uji kelas kelarutan.

untuk melihat percobaan yang dilakukan oleh kelompok kita (kelompok 1) dapat dilihat pada link berikut :)   
https://youtu.be/https://youtu.be/IJ0i_M-svsY





4 komentar:

  1. Assalamualikum wr.wb saya Hesti Nurmelis dengan NIM A1C118090 akan menjawab pertanyaan nomor 2. Yang seharusnya terjadi saat gas dialirkan ke gelas kimia yang berisikan 10 ml larutan Ca(OH)2 adalah larutan menjadi keruh dan timbul gelembung-gelembung air yang mengahasilkan CaCO3. Dimana reaksinya adalah :
    Ca(OH)2 + CO2 --> CaCO3 + H2O
    Ini menunjukkan bahwa gula yang dipanaskan dengan CuO mengandung unsur karbon , dan juga mengandung H2O yang berarti terdapat unsur Hidrogen yang dapat diihat pada air yang mengembun di tabung reaksi bagian atas.

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. assalamu'alaikum , hai nada ,
    perkenalkan saya Dara Kumalasari
    NIM : A1C118038,
    akan mencoba menjawab pertanyaan no 1 ,
    tujuan nya adalah untuk melelehkan gula dengan CuO agar lebih mudah tercampur. karena gula mudah leleh atau mencair saat suhu tunggi. jika gula dimasukkan saat CuO dingin maka akan sulit untuk kedua zat tersebut bercampur sehingga menghambat praktikan untuk melakukan praktikum.

    terimakasih

    BalasHapus
  4. Assalamialaikum, hallo nada, saya Cici Indah Septiana, NIM A1C118069 kelas reguler A 2018, akan menjawab pertanyaan nomor 3, uap yang timbul menandakan adanya gas yg dialirkan melalui pipa pengalir gss. Hal tersebut menandakan bahwa terdapatnya unsur hidrogen dalam senyawa tersebut. Terimakasih, wassalamualaikum

    BalasHapus