LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK 1
DISUSUN OLEH:
NADA FITRI RAHMAN
NIM : A1C118057
DOSEN PENGAMPU
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Pd
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN
KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNVERSITAS JAMBI
2020
SEMBARI MELIHAT HASIL PENGAMATAN PRAKTIKUM, JIKA INGIN MELIHAT PROSEDUR KERJA YANG TELAH DILAKUKAN PADA LINK BERIKUT : https://nadafitrirahman24.blogspot.com/2020/01/jurnal-praktikum-kimia-organik-1.html
VII. Hasil pengamatan
7.1 Analisis unsur
7.1.1 Karbon dan hidrogen
No.
|
Perlakuan
|
Hasil
|
1.
|
Dipanaskan sebanyak 1 gram CuO kering
|
Tidal terjadi perubahan apapun hanya terlihat kering
|
2.
|
Saat dicampur dengan gula
|
gula meleleh dan bercampur dengan CuO kering
|
3.
|
Campuran dipindahkan ke tabung reaksi Pyrex ,lalu
disumbat dan juga diberi pipa pengalir gas.dan panaskan hingga gas mask ke
tabung yang berisi 10 ml Ca(OH)2 Dan dipanaskan
|
Timbul uap dan gas
|
7.1.2 Halogen
·
Tes
bellstein
No.
|
Perlakuan
|
Hasil
|
1.
|
Dipanaskan kawat tembaga
|
Kawat
mengeluarkan warna kemerah-merahan.
|
2.
|
Didinginkan dan di tetesi 2 tetes n-hexane.
Dipisahkan dan diamati warna nyalanya.
|
Warna nyala kawat jadi orange
|
·
Tes CaO
No.
|
Perlakuan
|
Hasil
|
1.
|
Kulit
telur di panaskan sebagai pengganti CaO hingga sangat panas
|
Tidak
terjadi perubahan
|
2.
|
Ditambah
2 tetes n-hexane
|
Sebagian
kulit telur terlihat hangus, dan mengeluarkan bau hangus.
|
3.
|
Rebus
setelah dingin dengan air suling, lalu dituangkan ke gelas kimia mix dengan
HNO3 encer.
|
·
Jernih
·
Banyak timbul
gelembung sekitaran kulit telur
|
7.1.3
Metode
leburan dengan natrium
·
Belerang
No.
|
Perlakuan
|
Hasil
|
1.
|
Diasamkan
larutan L(Putin telur) dengan Asam pekat(HCl) didihkan. Diperiksa gas dengan
kertas saring yang udah ditetesi dengan Pb asetat 10%
|
Larutan
bening, dan naik menuju kertas saring ada lapisan seperti minyak.
|
2.
|
Larutan
L lainnya ditambahkan 1-2 tetes larutan Na-nitroprosida
|
Larutan
jernih dan terdapat gumpalan putih.
|
·
Nitrogen
No.
|
Perlakuan
|
Hasil
|
1.
|
Ditambahkan
5 tetes larutan FeSO4 kedalam 3 ml larutan L.
Ditambahkan
5 tetes larutan KF 10%.
Ditambahkan
1-2 ml larutan NaOH 10% , selanjutnya didihkan . Diasamkan dengan asam sulfat
encer
|
Larutan
berwarna hitam kemudian menjadi kuning bening dan terdapat endapan biru pada
bagian bawah.
|
·
Halogen
No.
|
Perlakuan
|
Hasil
|
1.
|
Dimasukkan
larutan L(Putin telur) dengan HCl diasamkan dengan HNO3 encer , dipanaskan untuk menghilangkan HCN/H2S
tambah AgNO3 encer lalu didihkan.
|
Terlihat
endapan hitam kecoklatan yang cukup banyak.
|
7.2
Penentuan
kelas kelarutan
7.2.1 Kelarutan dalam air
No.
|
Jenis bahan
|
Hasil
|
|
1.
|
0,1 gr
Garam + 3 ml air suling
|
Larutan
jadi jernih(+)(larut dalam air)
|
|
2.
|
0,1 gr
tepung + 3 ml air suling
|
Larutan
keruh (-)(tidak larut dalam air)
|
|
3.
|
0,1 gr
Gula + 3 ml air suling
|
Larutan
jernih (+) (larut dalam air)
|
|
4.
|
3 tetes
minyak + 3 ml air suling
|
Larutan
keruh(-) (tidak larut dalam air)
|
|
5.
|
3 tetes Putin telur + 3 ml air suling
|
Larutan keruh(-) (tidak
larut dalam air)
|
|
7.2.2 kelarutan dalam eter
No.
|
Jenis
bahan
|
Hasil
|
|
1.
|
0,1 gr
Garam + 3 ml eter
|
Larutan
jadi jernih(+)(larut dalam eter)
|
|
2.
|
0,1 gr
tepung + 3 ml eter
|
Larutan
keruh (-)(tidak larut dalameter)
|
|
3.
|
0,1 gr
Gula + 3 ml eter
|
Larutan
jernih (+) (larut dalam eter)
|
|
4.
|
3 tetes
minyak + 3 ml eter
|
Larutan
jernih(+) (larut dalam eter)
|
|
5.
|
3 tetes Putin telur + 3 ml eter
|
Larutan jernih(+) (larut
dalam eter)
|
|
7.2.3
kelarutan
dalam NaOH
No.
|
Jenis
bahan
|
Hasil
|
|
1.
|
0,1 gr
Garam + 3 ml NaOH
|
Larutan
jadi keruh (-)(tidak larut dalam NaOH)
|
|
2.
|
0,1 gr
tepung + 3 ml NaOH
|
Larutan
keruh (-)(tidak larut dalam NaOH)
|
|
3.
|
0,1 gr
Gula + 3 ml NaOH
|
Larutan
jernih (+) (larut dalam NaOH)
|
|
4.
|
3 tetes
minyak + 3 ml NaOH
|
Larutan
keruh(-) (TIDAK larut dalam NaOH)
|
|
5.
|
3 tetes Putin telur + 3 ml NaOH
|
Larutan keruh(-) (tidal larut
dalam NaOH)
|
|
7.2.4
kelarutan
dalam NaHCO3
No.
|
Jenis
bahan
|
Hasil
|
|
1.
|
0,1 gr
Garam + 3 ml NaHCO3
|
Larutan
jadi keruh (-)(tidak larut dalam NaHCO3)
|
|
2.
|
0,1 gr
tepung + 3 ml NaHCO3
|
Larutan
keruh (-)(tidak larut dalam NaHCO3)
|
|
3.
|
0,1 gr
Gula + 3 ml NaHCO3
|
Larutan
jernih (+) (larut dalam NaHCO3)
|
|
4.
|
3 tetes
minyak + 3 ml NaHCO3
|
Larutan
keruh(-) (tidaklarut dalam NaHCO3)
|
|
5.
|
3 tetes Putin telur + 3 ml NaHCO3
|
Larutan keruh(-)
(tidaklarut dalam NaHCO3)
|
|
7.2.5
kelarutan
dalam HCl
No.
|
Jenis bahan
|
Hasil
|
|
1.
|
0,1 gr
Garam + 3 ml HCl
|
Larutan
jadi jernih (+)( larut dalam HCl)
|
|
2.
|
0,1 gr
tepung + 3 ml HCl
|
Larutan
jadi jernih (+)( larut dalam HCl)
|
|
3.
|
0,1 gr
Gula + 3 ml HCl
|
Larutan
jadi jernih (+)( larut dalam HCl)
|
|
4.
|
3 tetes
minyak + 3 ml HCl
|
Larutan
jadi jernih (+)( larut dalam HCl)
|
|
5.
|
3 tetes Putin telur + 3 ml HCl
|
Larutan jadi jernih (+)(
larut dalam HCl)
|
|
7.2.6
kelarutan
dalam H2SO4 pekat
No.
|
Jenis
bahan
|
Hasil
|
|
1.
|
0,1 gr
Garam + 3 ml H2SO4
|
Larutan
jadi keruh (-)(tidak larut dalam H2SO4)
|
|
2.
|
0,1 gr
tepung + 3 ml H2SO4
|
Larutan
jadi keruh (-)(tidak larut dalam
H2SO4)
|
|
3.
|
0,1 gr
Gula + 3 ml H2SO4
|
Larutan
jadi jernih (+)( larut dalam H2SO4)
|
|
4.
|
3 tetes
minyak + 3 ml H2SO4
|
Larutan
jadi keruh (-)(tidak larut dalam
H2SO4)
|
|
5.
|
3 tetes Putin telur + 3 ml H2SO4
|
Larutan jadi jernih (+)(
larut dalam H2SO4)
|
|
7.2.7
kelarutan
dalam H3PO4 Pekat
No.
|
Jenis
bahan
|
Hasil
|
|
1.
|
0,1 gr
Garam + 3 ml H3PO4
|
Larutan
jadi jernih (+)( larut dalam H3PO4)
|
|
2.
|
0,1 gr
tepung + 3 ml H3PO4
|
Larutan
jadi jernih (+)( larut dalam H3PO4)
|
|
3.
|
0,1 gr
Gula + 3 ml H3PO4
|
Larutan
jadi jernih (+)( larut dalam H3PO4)
|
|
4.
|
3 tetes
minyak + 3 ml H3PO4
|
Larutan
jadi jernih (+)( larut dalam H3PO4)
|
|
5.
|
0,1 gr Putin telur + 3 ml H3PO4
|
Larutan jadi jernih (+)(
larut dalam H3PO4)
|
|
VIII. PEMBAHASAN
Di
percobaan pada praktikum kali ini, para praktikan melakukan analisis kualitatif
unsur-unsur zat organic dan penentuan kelas kelarutan. Menelit/mencari tau ada
atau tidaknya suatu senyawa kimia dalam larutan tertentu disebut dengan analisis
kualitatif. Cara analisis ini dapat membuat kita tau apa fungsi dari zat yang
dikandung oleh suatu senyawa.selain menganalisis (wordpress.com). Pada
percobaan ini juga dilakukan uji kelarutan. Tujuannya dapat mengirakan sifat
kelarutan dari senyawa organic , dan juga dapat mengira kedominanan senyawa
dapat bereaksi dengan senyawa lainnya (http://syamsurizal.staff.unja.ac.id)
Percobaan yang dilakukan pada praktikum analisis ini
terdapat banyak percobaan seperti menguji analisis
unsur , halogen, dan uji kelarutan.
Halogen yaitu unsure/golongan yang memiliki keelektronegatifan yang Tinggi.
Keterangan dari hasil percobaan dipaparkan pada pembahasan
berikut:
8.1 Analisis unsur
8.1.1
Karbon dan hydrogen
Pada
kimia organic telah dijelaskan bahwa salah satu senyawa yang termasuk dalam
senyawa kimia organic yakni Hidrokarbon.Senyawa hidrokarbon ini merupakan
senyawa yang terdiri dari atom C dan H. Pada praktikum ini praktikan menguji
ada atau tidak terdapatnya atom C dan H pada suatu senyawa. Untuk percobaan
yang dilakukan telah sesuai dengan prosedur yang telah dipaparkan pada link
berikut : nadafitrirahman24.blogspot.com . yang mana,setelah Cuo dikeringakn
dan ditambahkan gula saat CuO tersebut masih hangat , tidak ada terjadi
perubahan. Hanya saja , gula tercampur rata dengan CuO. Dan selanjutnya
dirangkai alat sebaik mungkin sesuai prosedur dengan tidak lupa ditambahkan
penyumbat kapas , hasil yang didapatkan saat campuran CuO dan gula tersebut di
panaskan kembali ada banyak perubahan yang terjadi yakni timbul banyak asap
yang menunjukan adanya gas / adanya terkandung zat CO2 pada pemanasan tersebut
dan juga ada titik embun yang diharapkan masuk kedalam gelas kimia yang sebagai
wadah penampung gas tersebut serta yang menempel pada ujung tabung reaksi dan
juga pipa , dan uap yang masuk ke dalam gelas dan bereaksi dengan Ca(OH)2
menghasilkan endapan CaCO3, yang mana dapat dilihat reaksinya yakni :
C12H22O11 +24 CuO Ã 12CO2+11 H2O +24 Cu
Untuk percobaan ini dapat dilihat pada hasil bahwa
gula lah yang menganung unsure karbon dan juga hydrogen.
8.1.2
Halogen
Pada
percobaan halogen ini ada dua tes yang dilakukan ,yaitu tes Beilstein dan tes
CaO.
·
TES
BEILSTEIN
Tes
beilstein ini merupakan percobaan yang dilakukan secara kualitatif.
Pada tes
ini dilakukan sesuai petunjuk prosedur pada link berikut :
https://nadafitrirahman24.blogspot.com/2020/01/jurnal-praktikum-kimia-organik-1.html Pada yes beilstein ini kami selaku praktikan melakukan pemanasan terhadap kawat tembaga hingga timbul warna kemerah-merahan, setelah itu baru ditetesi dengan CCl4 DAN HASIL yang didapatkan saat itu ialah warna nyala orange.
https://nadafitrirahman24.blogspot.com/2020/01/jurnal-praktikum-kimia-organik-1.html Pada yes beilstein ini kami selaku praktikan melakukan pemanasan terhadap kawat tembaga hingga timbul warna kemerah-merahan, setelah itu baru ditetesi dengan CCl4 DAN HASIL yang didapatkan saat itu ialah warna nyala orange.
·
Tes
CaO
Pada tes
CaO ini, CaO digantikan dengan kulit telur dan dipanaskan ,ketika masih panas
diberi dua tetes n-hexine . Setelah diberi n-hexine perubahan yang terlihat
ialah kulit telur menjadi terlihat gosong dan berbau seperti hangus. saat udah dingin
dipanaskan kembali ,dan dituangkan ke dalam gelas kimia100ml campur dengan HNO3.
Terlihat terjadi perubahan menjadi jernih dan ada banyak gelembung sekitar
kulit telur.
8.1.3
metode leburan dengan natrium
pada
percobaan leburan dengan natrium ini ada 2 yang akan dilakukan yaitu belerang
dan nitrogen.
·
Belerang
Adapun
manfaat yang didapat dari pengujian belerang ini agar kita dapat mengetaui adamatau tidaknya unsure
belerang yang terkandung dalam senyawa ini. Pada percobaan ini bahan yang
harusnya digunakan untuk diuji kandungan belerangnya adalah lassaigne yang mana
lassaigne ini berasal dari leburan natrium.Akan tetapi, dikarenakan logam
natrium tidak ada, kami menggantinya dengan putih telur. Saat diuji , dengan
pertama kali putih telur diasamkan dengan menggunakan Adam pekat ,lalu
didihkan. Dan gas yang dihasilkan diperiksa dengan kertas saring yang telah
ditetesi larutan Pb-asetat, dimana hasil yang diperoleh adalah larutannya
terlihat jernih serta naik menuju kertas saring dan ada lapisan seperti minyak.
Selanjutnya larutan lainnya di tetesi Na-nitroprosida yang mana menimbulkan
gumpalan putih dan larutan tetap jernih.
·
Nitrogen
Pada
percobaan ini masih digunakan larutan L(putih telur) sebanyak 3 ml, dan
ditetesi sebanyak 5 tetes larutan FeSO4 menghasilkan larutan menjadi warna
hitam. Lalu ditambahkan tetesan KF 10% sebanyak 5 tetes, dan ditambahkan lagi
1-2 ml larutan NaOH 10%. Selajutnya didihkan , dan diasamkan menggunakan asam
sulfat . hasil yang didapatkan pun larutan menjadi warna kuning bening dan
terdapat endapan biru pada bagian bawah. Ini mengisyaratkan bahwa pada putih
telur mengandung unsure nitrogen didalamnya.
·
Halogen
Di
percobaan penentuan unsure halogen ini, kami memakai larutan putih telur dimana
larutan ini dengan HCl diasamkan menggunakan HNO3 encer dan dipanaskan untuk
menghilangkan HCN/H2S , dan ditambah AgNO3 ENCER lalu didihkan. Hasil yang
didapatkan yakni ada endapan kecoklatan yang cukup banyak.
8.2 Penentuan kelas kelarutan
Pada
percobaan penentuan kelas kelarutan ini kami menggunakan 5 bahan utama untuk
diuji yakni: garam, tepung,gula , minyak, serta putih telur.
8.2.1
kelarutan
dalam air.
Pada
percobaan kelarutan dalam air ini , pertama pada garam ,tepung,gula, diambil
masing masing sebanyak 0,1 gram . Sedangkan untuk minyak dan juga putih telur
diambil sebanyak 3 tetes . umtuk pencampuran garam dan air suling setelah
dikocok kuat tidak menghasilkan perubahan menjadi berwarna melinkan menjadi
bening , hal ini menandakan bahwa garam tersebut larut dalam air . pada uji
kelarutan tepung setelah tepung ditambahkan air lalu dikocok kuat terjadi perubahan
air tersebut menjadi keruh , hal ini berarti tepung sulit larut/tidak larut
dalam air. Untuk gula itu diperlakukan dengan perlakuan yang sama menghasilkan
warna jernih , karena gula disini bersifat larut dalam air.untuk minyak dan
putih telur itu juga diperlakukan sama dan hasil yang didapatkan putih telur
dan juga minyak itu tidak larut dalam air.
8.2.2
kelarutan
dalam eter
pada
percobaan kelarutan dalam eter ini digunakan eter sebagai pelarutnya dan bahan
utama seperti gula ,tepung, dan garam diambil masing-masing sebanyak 0,1 gram.
Sedangkan minyak dan juga putih telur sebanyak 3 tetes dan diperlakukan sama
seperti kelarutan dalam air. Hasil yang didapatkan untuk garam , larutan
menjadi jernih(+), tepung itu hasilnya adalah keruh(-), dan untuk gula,minyak
serta putih telur menghasilkan larutan yang jernih(+) pada masing-masingnya.
8.2.3 Kelarutan dalam NaOH
Untuk uji kelarutan yang menggunakan larutan NaOH ini , menggunakan
bahan dan perlakuan yang sama seperti eter dan air . Hanya saja hasil yang
diperoleh disini yang berbeda, untuk garam saat dicampur NaOH larutan menjadi
keruh(-), artinya garam tidak dapat larut dalam NaOH.Begitu juga untuk tepung
saat dicampur dengan NaOH warna larutan menjadi keruh(-). Akan tetapi, berbeda
dengan gula saat ditambahkan NaOH larutan menjadi jernih. Artinya ,gula dapat
larut dalam NaOH, untuk minyak dan juga putih telur, larutan juga menjadi keruh
(-), artinya minyak dan putih telur tidak dapat larut dalam NaOH.
8.2.4 Kelarutan dalam NaHCO3
Untuk uji kelarutan yang menggunakan larutan NaHCO3 ini , menggunakan
bahan dan perlakuan yang sama seperti PERCOBAAN SEBELUMNYA . Hanya saja hasil
yang diperoleh disini yang berbeda serta larutan yang digunakan sebagai
pelarutnya juga berbeda, untuk garam saat dicampur NaHCO3 larutan menjadi
keruh(-), artinya garam tidak dapat larut dalam NaHCO3.Begitu juga untuk tepung
saat dicampur dengan NaHCO3 warna larutan menjadi keruh(-). Akan tetapi,
berbeda dengan gula saat ditambahkan NaHCO3 larutan menjadi jernih. Artinya ,gula
dapat larut dalam NaHCO3, untuk minyak dan juga putih telur, larutan juga
menjadi keruh (-), artinya minyak dan putih telur tidak dapat larut dalam NaHCO3.
8.2.5 Kelarutan
dalam HCl
Untuk uji kelarutan yang menggunakan larutan HCl ini , menggunakan bahan
dan perlakuan yang sama seperti sebelumnya . Hanya saja hasil yang diperoleh disini
yang berbeda, untuk garam saat dicampur HCl larutan menjadi jernih(+), artinya
garam dapat larut dalam HCl.Begitu juga untuk tepung saat dicampur dengan HCl
warna larutan menjadi jernih(+). Tak ubah dengan gula saat ditambahkan HCl
larutan menjadi jernih. Artinya ,gula dapat larut dalam HCl, untuk minyak dan
juga putih telur, larutan juga menjadi jernih (+), artinya minyak dan putih
telur juga dapat larut dalam HCl.
8.2.6 kelarutan dalam H2SO4 pekat
Untuk uji kelarutan yang menggunakan larutan H2SO4 ini
, menggunakan bahan dan perlakuan yang sama seperti sebelumnya . Hanya saja
hasil yang diperoleh disini yang berbeda, untuk garam saat dicampur H2SO4 larutan
menjadi keruh(-), artinya garam dapat larut dalam H2SO4. Begitu juga untuk
tepung saat dicampur dengan H2SO4 warna larutan menjadi keruh(-). Berbeda
dengan gula saat ditambahkan HCl larutan menjadi jernih(+). Artinya ,gula dapat
larut dalam H2SO4, untuk minyak larutan menjadi keruh(-), artinya minyak tidak dapat
larut dalam H2SO4. Sedangkan untuk putih telur, larutan berwarna jernih(+),
artinya putih telur dapat larut dalam H2SO4.
8.2.7 Kelarutan dalam H3PO4
Untuk uji kelarutan yang menggunakan larutan H3PO4 ini
, menggunakan bahan dan perlakuan yang sama seperti sebelumnya . Hanya saja
hasil yang diperoleh disini yang berbeda, untuk garam saat dicampur H3PO4 larutan
menjadi jernih(+), artinya garam dapat larut dalam H3PO4.Begitu juga untuk
tepung saat dicampur dengan H3PO4 warna larutan menjadi jernih(+). Tak ubah
dengan gula saat ditambahkan H3PO4 larutan menjadi jernih. Artinya ,gula dapat
larut dalam H3PO4, untuk minyak dan juga putih telur, larutan juga menjadi
jernih (+), artinya minyak dan putih telur juga dapat larut dalam H3PO4.
IX. MANFAAT
Adapun manfaat yang diperoleh dalam percobaan ini adalah kita dapat mengetahui serta menganalisis unsur unsur yang terdapat pada senyawa organik, seperti pada putih telur , belerang,nitrogen,halogen, dan banyak lagi.
X. PERTANYAAN PASCA
1. Apa tujuan dimasukannya gula saat CuO masih dalam keadaan masih hangat?
2. Apa yang sebenarnya harus terjadi saat gas dialirkan dalam gelas kimia yang berisi 10 ml Ca(OH)2?
3. Pada vidio percobaan analisis kualitatif tersebut jelaskan dari mana asal uap yang ada pada dinding-dinding tabung reaksi?
XI. KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat ditarik dari percobaan ini adalah:
1. setelah melakukan percobaan dapat disimpulkan bahwa dengan menguji/mendeteksi suatu unsur dalam suatu senyawa termasuk salah satu prinsip dasar dalam analisis kualitatif.
2. pada praktikum ini tahapan untuk analisa zat organikdan penentuan kelas kelarutannya ,seperti pada karbon dan hidrogen menggunakan serbuk CuO yang dipanaskan,dan dideteksi uap serta gas yng mengalir. untuk Halogen dilakukan tes beilstein dan tes CaO, dimana pada tes ini di tentukan warna serta kejernihan air dan gelembung serta perubahan lain yang terlihat.selanjutnya ada menggunakan metoe leburan dalam natrium , yang mana diuji keberadaan belerang, nitrogen,dan juga halogen dalam suatu larutan L. dan yang terakhir yakni tahap penentuan kelas kelarutan , yang mana menggunakan berbagai pelarut serta beberapa zat cair maupun padat untuk mendeteksi apakah suatu zat padat serta cair tersebut larut dalam pelarut yang telah disediakan.
3. menganalisis dan mendeteksi senyawa unknow yang mana larutan unknow atau larutan L yang digunakan disini ternyata adalah putih telur dapat mendeteksi apakah mengandung unsur seperti nitrogen, ,halogen, belerang .
XII. DAFTAR PUSTAKA
http://ima-nurisa.blogspot.com/2012/10/karya-ilmiah-analasis-unsur-unsur-zat.html
http://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/02/22/analisis-kualitatif-senyawa-organik/
Ibrahim,Sanusi. 2012 . KIMIA ORGANIK . Yogyakarta: Graha Ilmu
Riswiyanto, 2009. Kimia Organik. Yogyakarta:UGM Press
Yoshito, T, 2009. Analisis Unsur. Jakarta:Erlangga
XIII. LAMPIRAN
XI. KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat ditarik dari percobaan ini adalah:
1. setelah melakukan percobaan dapat disimpulkan bahwa dengan menguji/mendeteksi suatu unsur dalam suatu senyawa termasuk salah satu prinsip dasar dalam analisis kualitatif.
2. pada praktikum ini tahapan untuk analisa zat organikdan penentuan kelas kelarutannya ,seperti pada karbon dan hidrogen menggunakan serbuk CuO yang dipanaskan,dan dideteksi uap serta gas yng mengalir. untuk Halogen dilakukan tes beilstein dan tes CaO, dimana pada tes ini di tentukan warna serta kejernihan air dan gelembung serta perubahan lain yang terlihat.selanjutnya ada menggunakan metoe leburan dalam natrium , yang mana diuji keberadaan belerang, nitrogen,dan juga halogen dalam suatu larutan L. dan yang terakhir yakni tahap penentuan kelas kelarutan , yang mana menggunakan berbagai pelarut serta beberapa zat cair maupun padat untuk mendeteksi apakah suatu zat padat serta cair tersebut larut dalam pelarut yang telah disediakan.
3. menganalisis dan mendeteksi senyawa unknow yang mana larutan unknow atau larutan L yang digunakan disini ternyata adalah putih telur dapat mendeteksi apakah mengandung unsur seperti nitrogen, ,halogen, belerang .
XII. DAFTAR PUSTAKA
http://ima-nurisa.blogspot.com/2012/10/karya-ilmiah-analasis-unsur-unsur-zat.html
http://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/02/22/analisis-kualitatif-senyawa-organik/
Ibrahim,Sanusi. 2012 . KIMIA ORGANIK . Yogyakarta: Graha Ilmu
Riswiyanto, 2009. Kimia Organik. Yogyakarta:UGM Press
Yoshito, T, 2009. Analisis Unsur. Jakarta:Erlangga

proses pengambilan serbuk CuO KERING
Proses saat pemanasan CuO
Proses pena,bahan gula pada analisis karbon dan hidrogen
Proses memasukkan campuran CuO dan gula tadi kedalam tabung reaksi yang dilengkapi dengan pipa pengalir gas
proses uji kelas kelarutan.
untuk melihat percobaan yang dilakukan oleh kelompok kita (kelompok 1) dapat dilihat pada link berikut :)
https://youtu.be/https://youtu.be/IJ0i_M-svsY





Assalamualikum wr.wb saya Hesti Nurmelis dengan NIM A1C118090 akan menjawab pertanyaan nomor 2. Yang seharusnya terjadi saat gas dialirkan ke gelas kimia yang berisikan 10 ml larutan Ca(OH)2 adalah larutan menjadi keruh dan timbul gelembung-gelembung air yang mengahasilkan CaCO3. Dimana reaksinya adalah :
BalasHapusCa(OH)2 + CO2 --> CaCO3 + H2O
Ini menunjukkan bahwa gula yang dipanaskan dengan CuO mengandung unsur karbon , dan juga mengandung H2O yang berarti terdapat unsur Hidrogen yang dapat diihat pada air yang mengembun di tabung reaksi bagian atas.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusassalamu'alaikum , hai nada ,
BalasHapusperkenalkan saya Dara Kumalasari
NIM : A1C118038,
akan mencoba menjawab pertanyaan no 1 ,
tujuan nya adalah untuk melelehkan gula dengan CuO agar lebih mudah tercampur. karena gula mudah leleh atau mencair saat suhu tunggi. jika gula dimasukkan saat CuO dingin maka akan sulit untuk kedua zat tersebut bercampur sehingga menghambat praktikan untuk melakukan praktikum.
terimakasih
Assalamialaikum, hallo nada, saya Cici Indah Septiana, NIM A1C118069 kelas reguler A 2018, akan menjawab pertanyaan nomor 3, uap yang timbul menandakan adanya gas yg dialirkan melalui pipa pengalir gss. Hal tersebut menandakan bahwa terdapatnya unsur hidrogen dalam senyawa tersebut. Terimakasih, wassalamualaikum
BalasHapus