JURNAL PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK 1
DISUSUN OLEH:
NADA FITRI RAHMAN
NIM : A1C118057
DOSEN PENGAMPU
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Pd
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN
KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNVERSITAS JAMBI
2020
PERCOBAAN-2
I.
Judul
: Kalibrasi thermometer dan penentuan titik
leleh
II.
Hari,
tanggal : Rabu , 12 Februari 2020.
III.
Tujuan : Adapun tujuan dari akan
dilakukannya percobaan ini , yakni:
1.
Agar
dapat memahami prinsip-prinsip dasar dalam penentuan titik leleh dari senyawa
murni.
2.
Agar
terampil dalam melakukan kalibrasi thermometer sebelum digunakan dalam
penentuan titik leleh dari senyawa murni
3.
Dapat
membedakan titik leleh suatu senyawa murni dengan senyawa yang tidak murni.
4.
Dapat
terampil dalam melakukan penentuan titik leleh suatu senyawa murni yang
diberikan sebagai sampel.
IV.
Landasan
teori
Titik leleh senyawa murni merupakan suhu dari suatu senyawa dalam bentuk
padat dan cair yang mana dalam kesetimbangan bertekanan 1 Atm. Untuk penentuan
suatu titik leleh senyawa murni bisa dilihat dari pelelehannya,fasa yang
berubah dari padat dan cair, sampai Kristal yang mencair.adapun alat yang
digunakan dalam penentuan titik leleh harus bersangkutan pada rentang titik
leleh zat padat tersebut, seperti thiele dan melting-block yang merupakan alat
yang digunakan dengan pemanas Bunsen .perlu perlakuan kalibrasi pada thermometer
terlebih dahulu(Tim kimia kimia organic 1,2020).
Secara umumnya titik leleh senyawa organic mudah diamati suhunya saat
meleleh. Titik leleh yang tajam misalnya pada saat suhu 127-128oC atau 180-181oC saat suhu senyawa murni hampir tetap
pada saat meleleh,sedangkan untuk cuplikan yang murni yakni pada suhu 123-126oC atau 178-180oC (Syukri,2003).
Untuk pengkalibrasian thermometer dapat
dengan mudah dilakukan dengan air es ataupun air mendidih. Dengan cara
digunakan air suling sebagai penbuat larutas es ataupun mendidih. Dan pengkalibrasian
dilakukan juga dengan mempertimbangkan ketinggian lokasi(Inggrid suryanti
surono,2018).
Perbedaan suatu suhu suatu zat
menggambarkan tingkat kemurnian zat. Semakin kecil selisih suhu maka kemurnian
zat semakin tinggi.Sedangkan jika semkin besar selisih suhunya maka
kemurniannya semakin rendah(http://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/02/26/70/).
Saat suhu suatu zat cair dan paat
sama dalam keadaan setimbang maka disbut sebagai titik leleh zat.Ketika suhu
suatu zat akan berubah menjadi cair disebut dengan titik leleh zat padat.
Ikatan hydrogen tidak begitu berkaitan dengan titik leleh ,Karena jarak antar
molekulnya berdekatan(Anonymous,2009).
V. Alat dan Bahan
5.1 Alat
Adapun alat yang digunakan dalam percobaan ini
yaitu :
1. Termometer
2. Gelas kimia
3. Gabus
4. Penjepit
5. Bunsen
6. Kaki tiga
7. MPA
8. Kasa
9. Gelas ukur
10. Tabung reaksi
11. Batang pengaduk
12. Pipa gelas kapiler
5.2 Bahan
Adapun bahan yang digunakan dalam
percobaan ini yaitu :
1. Glukosa
2. Minyak
3. Es batu
4. Asam benzoate
5. Maltose
6. Alpha-naftol
7. Naftalen
8. Aquades
VI. Prosedur kerja
6.1. kalibrasi termometer
1. Dibuat campuran bubuk es dan air dalam labu erlenmeyer 250 mL sehingga 2/5 bagian volumenya terisi.
2. Dimasukkan termometer hingga ujungnya menyentuh campuran es+air, kemudian disumbat mulut labu erlenmeyer tersebut dengan gabus, sehingga campuran tersebut terisolasi dari udara luar.
3. Dicatat batas bawah sekala termometer.
4. Diangkat termometer dan diulangi kembali prosedur 1-3.
5. Dirancang kembali alat dengan mengisi 2/5 bagian erlenmeyer dengan aquades.
6. Dimasukkan dengan tepat termometer 1 cm diatas permukaan air, sumbat dan usahakan termometer berada pada posisi tegak.
7. Dipanaskan dan dicatat suhu saat air mulai mendidih hingga konstan.
8. Diulangi prosedur dari 3-7 sekali lagi.
6.1. kalibrasi termometer
1. Dibuat campuran bubuk es dan air dalam labu erlenmeyer 250 mL sehingga 2/5 bagian volumenya terisi.
2. Dimasukkan termometer hingga ujungnya menyentuh campuran es+air, kemudian disumbat mulut labu erlenmeyer tersebut dengan gabus, sehingga campuran tersebut terisolasi dari udara luar.
3. Dicatat batas bawah sekala termometer.
4. Diangkat termometer dan diulangi kembali prosedur 1-3.
5. Dirancang kembali alat dengan mengisi 2/5 bagian erlenmeyer dengan aquades.
6. Dimasukkan dengan tepat termometer 1 cm diatas permukaan air, sumbat dan usahakan termometer berada pada posisi tegak.
7. Dipanaskan dan dicatat suhu saat air mulai mendidih hingga konstan.
8. Diulangi prosedur dari 3-7 sekali lagi.
6.2. Penentuan Titik Leleh
1. Diambil pipa gelas kapiler, kemudian
dibakar ujungnya hingga tertutup.
2. Dimasukkan sampel zat murni dari
ujung lainnya. Dipadatkan dengan stick yang berlobang tengahnya. Tinggi sampel
dalam pipa tidak lebih 2 mm.
3. Pipa kapiler yang telah berisi
sampel diikatkan dengan termometer menggunakan benang.
4. Dimasukkan alat tersebut kedalam
erlenmeyer yang telah diisi air atau minyak dengan 2/3 erlenmeyer dan sumbat
dengan gabus mulut erlenmeyer.
5.Dipanaskan perangkat alat secara
perlahan dan dicatat suhunya saat tepat meleleh hingga semua zat meleleh.
6.Lakukan prosedur 1-5 sebanyak 2 kali
tiap sampel yang diberikan seperti naftalen, glukosa, alpha-naftol, asam
benzoat dan maltosa.
7.Dengan cara yang sama tentukan titik
leleh campuran dengan perbandingan 1:1, 1:3, dan 3:1. Digambar titik autentik
yang diperoleh pada kertas milimeter block.
6.3. Demonstrasi Titik Leleh dengan MPA (Melting Point
Apparatus)
1. Ditentukan
titik leleh menggunakan sumber panasnya listrik dan skala suhu yang tunjukkan
oleh sinyal digital.
2.Ditempatkan
sampel pada pipa gelas kapiler setebal 2 mm. Pipa kapiler ditempatkan alat
dibagian atas. Ada 3 lubang yang diameternya 3 mm, lubang tengah untuk pipa
kapiler yang berisi sampel dan 2 lubang lagi diisi dengan pipa kapiler kosong.
3.Dihubungkan
alat dengan tombol listrik dan di on-kan. Variabel suhi dapat diatur dengan
tombol agar naik secara konstan dengan kecepatan tertentu.
4. Dilakukan
pengamatan dari lubang kecil disisi depan alat.
5. Diperhatikan
variabel suhu saat zat mulai meleleh.
berikut vidio yang berkaitan dengan percobaan kali ini yakni:
Permasalahan pada vidio yang dilihat:
1. Apa yang terjadi jika praktikan menggunakan termometer tidak sesuai dengan prosedur?
2. Apa yang terjadi jika termometer tidak di kalibrasi terlebih dahulu?
3. Apa yang kita lakukan jika termometer tidak berfungsi pada saat digunakan?

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakkatuh. Perkenalkan nama saya septia misca Nim A1C118005 saya akan menjawab pertanyaan nomor 2 , jika termometer tidak dikalibrasi terlebih dahulu maka hasil hasil pengukuran tidak terjamin sesuai dengan standar nasional maupun internasional, selain itu praktikan sulit mengetahui perbedaan (penyimpangan) antara harga benar dengan harga yang ditunjukkan alal ukur . Terimakasih
BalasHapusAssalamualaikum. Saya Isnaini Puji Rahayu dengan NIM A1C118020, akan menjawab soal nomor 1. Menurut saya jika kita menggunakan termometer tidak sesuai prosedur, maka akan berdampak pada hasil pengukuran suhu yang diperoleh. Bisa saja nanti hasilnya menjadi tidak valid.
BalasHapusassalamualaikum wr.wb
BalasHapusperkenalkan nama saya indah syafitri (A1C118018) saya akan membantu menjawab pertanyan no 3. hal yang dapat dilakukan adalah pengkalibrasian alat termometer terlebih dahulu sehingga saat termometer tidak berfungsi kita dapat mengganti termometer tersebut dengan yang baru.
sekian....
semoga membantu...