JURNAL PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK 1
“PEMBUATAN SIKLOHEKSANON”
DISUSUN OLEH:
NADA FITRI RAHMAN
NIM : A1C118057
DOSEN PENGAMPU
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Pd
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN
KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
UNVERSITAS JAMBI
2020
PERCOBAAN-7
I.
Judul : Pembuatan Sikloheksanon
II.
Hari,
tanggal : Rabu , 22 April 2020.
III.
Tujuan :
Adapun
tujuan dari akan dilakukannya percobaan ini , yakni:
1.
Dapat
terampil melakukan oksidasi alcohol sekunder siklik․
2.
Dapat
memahami bahwa tidak hanya alcohol sekunder alifatis biasa saja yang dapat
dioksidasi tetapi juga alcohol sekunder alifatik․
IV.
Landasan
teori
Menurut tim kimia Organik 1 (2020)‚ Oksidasi alcohol
sekunder aisiklis menjadi keton alisiklis menggunakan oksidator kalium dikromat
dalam suasana asam adalah suatu contoh pembuatan sikloheksanon․
Bentuk
reaksi sikloheksanon yakni sbb:
C6H11-OH ---> C6H11=O
+ H2O
Sikloheksanol
sikloheksanon
Suatu senyawa jika mengandung gugus fungsional OH
berarti senyawa itu adalah alkohol․ Suatu alcohol yang dikenal sebagai etil alcohol adalah
ethanol ․ Saat suatu atom karbon dalam suatu molekul alcohol besar dari 2 maka
ada beberapa isomer yang mungkin dan tergantung lagi pada letak gugus OH nya
(Goldberg‚2004)․
Pada percobaan ini kita membahs pembuatan
sikloheksanon․Yang mana sikloheksanon ini menghasilkan keton․ keton merupakan
suatu senyawa organic yang punya satu karbon karbonil yang dihubungkan dengan
dua karbon lain dan tidak mengandung atom hydrogen(wilbram‚1992)․
Didalam suatu reaksi pada senyawa organik‚ transfer hydrogen
dan juga oksigen itu biasanya dihubungkan dengan reaksi redoks․ Disaat senyawa
mengikat oksigen lalu melepas hydrogen ini berarti senyawa mengalami oksidasi‚ jika hal yang
berbanding terbalik terjadi maka yang dialami adalah reaksi reduksi(Freda
Nurlida‚2000)․
Reaksi reduksi‚oksidasi‚eliminasi‚dan esterifikasi ini merupakan reaksi-reaksi yang terjadi dalam alkohol․ Reaksi iksidasi
itu adalah reaksi untuk membedakan yang mana alcohol primer alkoho sekunder dan
alcohol tersier․ Alkohol primer dapat dioksidasi menjadi aldehid‚ alcohol sekunder
dapat dioksidasi menjadi keton saja‚ dan sedangkan alcohol tersier menolak untuk
adanya reaksi oksidasi terjadi(Fessenden‚1982)․
V.
Alat
dan Bahan
Adapun alat dan bahan yang akan digunakan pada
percobaan kali ini adalah:
5.1. Alat
|
5.2. Bahan
|
Gelas
kimia 200ml
|
Kalium
dikromat 20‚5 gr
|
Erlemeyer 250ml
|
Asam sulfat
pekat 18gr(10ml)
|
Labu bundar 250 dan 500ml
|
Sikloheksanol 10gr(10‚5ml)
|
Alat destilasi
|
Petroleum eter
12ml
|
Corong
|
Magnesium sulfat
anhidrat
|
Penangas udara
|
|
Pipet tetes
|
|
Sudip
|
VI.
Prosedur
Kerja
1.
Dilarutkan
20‚5gr Kaliu
dikromat dengan 100 ml air dalam Gelas kimia 200ml․
2.
Ditambahkan hati-hati
18gr (10ml) asam sulfat pekat‚kemudian didinginkan sampai 30⁰․
3.
Dimasukkan 10 gr (10‚5mL)
sikloheksanol p․a dalam erlemeyer atau labu bundar
4.
Ditambahkan ke dalam labu
larutan dikromat sedikit demi sedikit
5.
Digoncang labu hingga
campuran reaksi tercampur dengan baik diamati suhu dan campuran akan panas saat
suhu mulai 55⁰C
6.
Didinginkan bagian luar
labu dengan air dingin atau di bawah pancuran air
7.
Diatur pendingin agar
suhu campuran tidak melebihi 60⁰ lagi dan didinginkan diudara sambil diguncang
8.
Dipindahkan campuran ke
dalam labu bundar 500ml‚ditambahkan 100 ml air‚lalu dipasang pendingin untuk
destilasi
9.
Didestilasi campuran
sampai diperoleh kira-kira 65ml destilat yang terdiri dari dua lapisan ‚
lapisan air dan lapisan sikloheksanol(organic)․dijenuhkan dengan
NaCl(bersih)kira-kira 13gr ‚kemudian dipisahkan lapisan sikloheksanon․lapisan
air diekstraksi 3 gr natrium / magnesium sulfat anhidrat․
10.
Disaring larutan kering
ini kedalam destilasi kecil‚ dikeluarkan pelarutnya dengan cara destilasi‚diatas
penangas air(tanpa api)․
11.
Terakhir‚ didestilasi
residu sikloheksanon diatas penangas udara atau diatas kasa berasbes․
Dikumpulkan fraksi didih 154-156 ⁰C․ Ditentukan pula indeks biasnya․ Dihasilkan
sekitar 6‚3 gr dan dihitung rendemen praktis dan rendemen teoritis․
Tonton video pada link video
berikut:
VII.
Permasalahan
1.
Pada
video 1‚ Saat dilakukannya penetesan secara perlahan asam sulfat pekat ke dalam (kalium
dikromat+air) lama-lama terbentuklah warna hitam. Senyawa apakah yang telah
terbentuk pada reaksi tersebut?
2.
Pada
video ke 2 apa yang menyebabkan timbulnya gelembung pada campuran sikloheksanon
tersebut?
3.
Dari
video 2 mengapa setelah dijenuhkan dengan garam NaCl barulah terlihat larutan
tersebut terbagi jadi 2 lapisan yang mana lapisan atas merupakan sikloheksanon
dan bawah adalah air?

Nama Saya Sri Oktika Dhijah Gultom (A1C118085) akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 3. NaCl merupakan suatu senyawa organik yg bersifat polar dan mudah larut dalam air. Sehingga sesuai dengan teori bahwa air berada pada lapisan bawah karena memiliki massa jenis yang lebih besar daripada massa jenis sikloheksanon yaitu ρ air 1gr/mol, sedangkan ρ sikloheksanon 0,947 gr/mol. Terima kasih
BalasHapusAssalamualaikum perkenalkan saya Septia misca (005) akan menjawab soal nomor 1 Reaksi yang terjadi antara kalium dikromat dan asam sulfat pekat adalah K2Cr2O7(aq) + H2O(l) + 2H2SO4(aq) → 2H2CrO4(aq) + 2K+(aq) + 2HSO4-(aq)
BalasHapusSetelah itu ditambah air akan menghasilkan warna hijau kehitaman dengan reaksi
C6H11OH(l) + H2CrO4(aq) → C6H11O(l) + HCrO3-(aq) + H3O+(aq)
Senyawa yang dihasilkan
Sikloheksanol
baiklah, saya ryan willianto (A1C118019) akan menjawab permasalahan saudari nada nomor 2. Gelembung yang anda katakan sebenarnya tidak ada. Tetapi yang terbentuk adalah 2 lapisan yang berbeda karena penambahan suatu larutan bening yang berisi asam sulfat. Pembentukan lapisan ini hanya bertahan sebentar karena nantinya akan ditambahkan reagen jones yang berisi kalium dikromat dan asam sulfat yang akan bereaksi positif dengan siklo heksanol.
BalasHapus