JURNAL PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK 1
“REAKSI-REAKSI ALKOHOL DAN
FENOL”
DISUSUN OLEH:
NADA FITRI RAHMAN
NIM : A1C118057
DOSEN PENGAMPU
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Pd
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN
KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
UNVERSITAS JAMBI
2020
PERCOBAAN-6
I.
Judul : Reaksi-reaksi Alkohol dan Fenol
II.
Hari,
tanggal : Rabu , 15 April 2020.
III.
Tujuan :
Adapun
tujuan dari akan dilakukannya percobaan ini , yakni:
1.
Dapat
memahami perbedaan sifat-sifat antara alcohol dan fenol.
2.
Dapat
mengetahui jenis-jenis reaksi dan pereaksi yang digunakan untuk membedakan
antara senyawa-senyawa alcohol dan fenol.
3.
Dapat
memahami azas-azas dari reaksi tersebut pada b.
IV.
Landasan
teori
Kemungkinan akan terjadi ikatan hydrogen antara
molekul-molekul gugus hidroksil(-OH) yang berada dalam alkohol dan fenol serta
senyawa sejenis air lainnya (H-OH). Alkohol digolongkan menjadi: alcohol primer,sekunder
dan terseier, namun tetap dengan melihat lagi apakah gugus OH terikat pada
satu,dua,atau tiga atom karbon lain. Pada reaksi ini biasanya ada pengujian
lucas ,dimana pengujian ini didasar pada bedanya kecepatan dari alcohol-alkohol
primer,sekunder,dan tersier dengan tujuan diubah menjadi klorida. Alkohol yang
sangat mudah di dioksidas oleh asam amino yakni alcohol primer dan sekunder.
Lain hal dengan tersier, tersier tidak dapat di dioksidasi dengan mudah oleh
asam amino. Pengujian ini biasa diuji pada larutan aseton dan anhidrat kromat
(Cr-IV) dalam asam sulfat(Tim Kimia Organik 1,2020).
Menurut riawan(2005), ada beberapa sifat yang dimiliki
oleh fenol .Yakni:
1.
Bersifat
asam ,yang atom H-nya bukan hanya diganti dengan alcohol (logam alkohol) namun
bisa dengan basa dan akan terjadi dengan fenoloat.
2.
Oksigen
mudah mengoksidasinya dan akan memberikan zat warna saat terjadi reduksi
fehling dan Ag yang ada amoniak.
3.
Memebri
reaksi beragam warna dengan FeCl3.
4.
Merupakan
zat yang beracun namun juga sbg anti septic,serta bisa mengikis.
Untuk
nama sistematika diberi akhiran –ol, dan Gugus OH diberi nomor terkecil dari
ujung rantar C yang terikat.
Menurut(http://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/03/28/reaksi-alkohol-dan-fenol298/ ) , Saat alcohol disubstitusi oleh
senyawa halogen,dia bisa menjadi turunan seperti alkil halida. Adapun sifat
kimia dan fisika dari alcohol ini adalah:
1.
Titik didihnya semakin tinggi saat rantai
hidrokarbonny semakin panjang.
2.
Pada
ikatan hydrogen dapat terjadi antara molekul-molekulnya seperti atom hydrogen yang
molekul alkoholnya bermuatan parsial positif akan berinteraksi kuat dengan
oksigen yang sifatnya elektronegatif.
3.
Efek
gaya Van der Wals nya meningkat saat molekul alcohol beratnya bertambah.
4.
Methanol
dan etanol larut sempurna dalam air karna berat molekul yang kecil.
Menurut Hardwood dalam DA Retnoningrum(2014), Suatu
reaksi anhidrat yang berkatalis asam direaksikan dengan alcohol ataupun fenol
menghasilkan suatu ester.Pada reaksi ini pun menggunakan anhidrat asetat yang
tersedia secara komersial.
Uji yang digunakan dalam percobaan alcohol ini yang
sesuai adalah uji lucas.Karena, uji lucas ini bisa digunakan untuk melihat
perbedaan antara alcohol dan fenol yang hendak diuji. Namun, uji lucas ini
tidak dapat di lakukan untuk alcohol primer, dikarenakan alcohol primer ini
tidak dapat bereaksi dengan regen seperti lsrutan seng klorida dalam asam
sulfat pekat(Riawan, 2010).
V.
Alat
dan Bahan
Adapun
alat dan bahan yang akan digunakan pada percobaan kali ini adalah:
5.1. Alat
|
5.2. Bahan
|
Pipet tetes
|
Etanol
|
Batang pengaduk
|
2-propanol
|
Tabung reaksi
|
Sek-butil alcohol
|
Gelas kimia
|
Sikloheksanol
|
Timbangan
|
Fenol
|
Kasa
|
kolesterol
|
Kaki tiga
|
2-naftol
|
Bunsen
|
Indikator pp
|
Aseton
|
|
Asam sulfat
pekat
|
|
Asam asetal glacial
|
|
Larutan FeCl3
10%
|
|
1-propanol
|
|
n-butil
alkohol
|
|
Ter-butil
alkohol
|
|
Etilen glikol
|
|
resorsinol
|
|
o-kresol
|
|
Larutan NaOH
10%
|
|
Reagent lucas
|
|
Reagent Bordwell-willman
|
|
Lar. Brom
dalam air
|
|
Trifenil karbinol
|
VI.
Prosedur
Kerja
6.1. Kelarutan
- Dimasukkan
½ ml atau o,2-0,5 gr masing-masing senyawa : etanol,n-nutil alcohol,ter butil alcohol,
sikloheksanol, sikloheksanol, etilen glikol dan fenol dalam tabung reaksi 6.
- Ditambahkan sebanyak 2 ml
- Diaduk
dan amati à hasil.
6.2. Reaksi dengan alkali
- Dimasukkan
0,2-0,5 gr masing-masing senyawa: n-butil alcohol, sikloheksanol, fenol, dan
2-naftol,.
- Ditambah 5 ml larutan NaOH 10%
- AMATI
à Hasil.
6.3. Reaksi dengan Natrium
- Ditempatkan 2
mL pada tabung reaksi kering berlainan : 1-propanol, 2-propanol, dan o-kresnol.
- Ditambah
sepotong logam Na kedalam tabung reaksi, dicatat hasilnya.
- Ditambah
indikator pp pada larutan dan dicatat haslnya.
- Ditambah
etanol secukupnya untuk menghilangkan semua natrium yang belum bereaksi,
kemudian dibuang.
6.4. Pengujian lucas
- Dimasukkan 2
mL reagen Lucas kedalam 4 tabung reaksi.
- Ditambah 5
tetesalkohol yang akan diuji ( 1-butanol, 2-butanol, sikloheksanol, dan
ter-butil alkohol).
- Dikocok dan
dicatat waktunya hingga campuran menjadi keruh tau memisah menjadi 2 lapisan.
- AMATI à Hasil.
Larutan Reagent Lucas : Dilarutkan
340 gr ZnCl2 kering dalam 230 ml HCl pekat yang dingin,sambil didinginkan.
Campuran ini menghasilkan 350 ml reagen.
6.5. Oksidasi dengan asam kromat (pengujian
Bordwell-Weltman)
- Dimasukkan 1
mL aseton kedalam 5 tabung reaksi.
- masing-masing tabung ditambah 1
tetes cairan alkohol yang hendak diuji (2-butanol, tr-butil alkohol,
kolesterol, dan trifenil karbinol).
- Digoncang
hingga larutan jernih.
- Ditambah 1
tetes reagent Bordwell-wellman sambil digoncang.
Larutan Reagent Bordwell-Wellman : dilarutkan 25 gr anhidrat kromatid
dalam 25 asam
sulfat pekat, kemudian diencerkan dengan 75 mL air suling.
6.6 Reaksi Fenol dengan Brom
- Ditambahkan air brom kedalam
larutan 0,1 gr fenol didalam 3 ml air.
- Digoncang samapai warna
kuning tidak berubah.
- AMATI à Hasil.
6.7 Reaksi Fenol dengan Besi
(III) klorida
- kedalam 3 tabung reaksi dilarutkan 1
tau 2 kristal yang akan diuji (fenol, resorsinol, dan 2-propanol) dalam 5 mL
air.
- tiap tabung ditetesi 1-2 tetes besi
(lll) klorida.
- diaduk dan diamati hasilnya.
LINK VIDIO TENTANG PRAKTIKUM INI:
PERMASALAHAN
1.
Dari video tersebut bagaimana reaksi
yang terjadi yang ditunjukkan dari hasil masing-masing sampel pada uji lucas
tersebut? Jelaskan.
2.
Dari video tersebut pada uji
asam kromat, mengapa perlu dilakukan lagi pemanasan? jelaskan
3.
Pada Vidio yang ke dua , untuk uji fenol dengan tes besi klorida menghasilkan terbentuknya warna violet. Dari reaksi tersebut dapat diketahui senyawa apakah yang telah terbentuk itu? Jelaskan disertai reaksinya.

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusNama Saya Sri Oktika Dhijah Gultom (A1C118085) akan menjawab pertanyaan nomor 2. Dilakukannya pemanasan adalah untuk membedakan senyawa tersebut termasuk alkohol jenis apa. Baik primer, sekunder, maupun tersier. Dan faktanya alkohol tersier tidak dapat teroksidasi oleh asam kromat. Oleh sebab itu hal tersebut dilakukan agar dapat membedakan ke 3 jenis alkohol
BalasHapusHasil yang diperoleh mulai dari sampel 1 berturut adalah biru donker, kuning, biru donker dan biru laut(sesuai vidio). Terima kasih
Perkenalkan Nama Saya Marta Febryza Manalu Rambe dengan NIM A1C118037 akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 1. Reaksi saat ditambahkan reagen lukas dan didiamkan setelah dikocok maka terjadi 2 fasa pada larutan tersebut dan pemisahan fasa tersebut yang menunjukkan adanya alkohol tersier.
BalasHapusBaiklah saya Paulina (062) akan mencoba membantu menjawab no 3
BalasHapusReaksi nya 6C6H5OH +FeCl3---> Fe((OC6H5) pangkat minus 3 + 3HCl+ 3H positif. Dimana membentuk warna hitam